Eventbogor.com – Siapa sih yang nggak senang kalau ongkos jalan-jalan keliling Jakarta cuma modal satu perak saja? Nah, pemandangan inilah yang terlihat di Jakarta baru-baru ini dalam rangka merayakan Hari Angkutan Nasional 2026. Warga berbondong-bondong menyerbu moda transportasi publik seperti Transjakarta, MRT, hingga LRT karena kebijakan tarif super murah dari Pemprov DKI Jakarta yang benar-benar terasa manfaatnya bagi dompet.
Tak cuma warga lokal saja yang merasa diuntungkan, para pelancong dari luar pulau pun ikut kecipratan untungnya. Contohnya saja Achy Fonia, seorang pengusaha asal Kalimantan Timur yang kebetulan lagi ada urusan bisnis di ibu kota selama beberapa hari. Awalnya dia berniat berangkat rapat dari Jakarta Pusat ke arah Blok M lewat rute transit di Bundaran HI menggunakan kombinasi Transjakarta dan MRT. Siapa sangka, pas ngetap kartu, saldonya cuma terpotong Rp1 saja, yang jelas bikin dia kaget sekaligus sumringah di tengah padatnya jadwal meeting.
Achy mengaku sangat terbantu dengan adanya promo ini karena bisa memangkas biaya operasionalnya selama bertugas di Jakarta. Bayangkan saja, kalau pakai jasa transportasi online untuk agenda rapat yang padat, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah dalam sehari. Selain hemat, dia memilih naik transportasi umum karena jauh lebih efektif buat menghindari kemacetan Jakarta yang makin nggak ketebak. Dia pun berharap sistem integrasi transportasi yang keren kayak di Jakarta ini bisa segera merata di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Tapi ya namanya juga kebijakan, pasti ada saja yang merasa sedikit kurang beruntung karena belum kebagian jatah promo. Nurul Hayati, salah satu pengguna setia KRL rute Rangkasbitung–Tanah Abang, sempat curhat kalau dia belum bisa merasakan kegembiraan yang sama dengan pengguna MRT atau LRT. Pasalnya, tarif promo Rp1 ini memang belum mencakup perjalanan KRL, sehingga dia dan ribuan penumpang Commuter Line lainnya hanya bisa berharap ada kejutan serupa di masa mendatang. Baginya, pengguna kereta jarak jauh juga ingin sekali-kali dimanjakan dengan tarif miring seperti itu.
Momen Hari Angkutan Nasional di tahun 2026 ini memang jadi bukti kalau fasilitas publik yang nyaman dan terjangkau adalah kunci utama buat menarik minat orang pindah dari kendaraan pribadi. Kalau tarifnya bersahabat dan aksesnya mudah, orang nggak akan mikir dua kali buat naik bus atau kereta saat bepergian. Semoga saja inisiatif seperti ini bukan cuma sekadar seremoni tahunan, tapi jadi langkah serius pemerintah buat terus memperbaiki layanan transportasi massal kita menjadi lebih baik lagi.