Eventbogor.com – Kabar soal siomay berbahan ikan sapu-sapu di Jakarta Utara belakangan ini bikin warga geger, dan sekarang giliran Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang pasang badan buat antisipasi hal serupa. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, blak-blakan bilang kalau pihaknya nggak menutup kemungkinan bakal menggelar inspeksi mendadak alias sidak ke para pedagang kaki lima. Langkah ini diambil bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi memang harus memastikan kalau jajanan yang masuk ke perut warga itu benar-benar aman dan layak konsumsi.
Meski pengawasan diperketat, Anwar menegaskan kalau mereka nggak mau asal tuduh atau main gerebek sembarangan yang bisa bikin pedagang jujur jadi korban. Makanya, dalam rencana sidak nanti, Pemkot bakal menggandeng tim ahli dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) serta BPOM yang punya alat tes mumpuni. Tujuannya jelas, supaya hasil tes kandungannya akurat dan nggak cuma berdasarkan asumsi atau omongan orang semata yang malah merusak rezeki orang lain.
“Kita nggak mau main sergap aja, kasihan pedagang yang memang jualan bersih,” kata Anwar pas diwawancara awak media hari Kamis, 23 April 2026 kemarin. Menurutnya, keberadaan tim teknis itu sangat vital karena merekalah yang paling paham soal struktur daging ikan sapu-sapu yang dilarang itu. Beliau menekankan pentingnya ruang aman bagi pedagang kecil yang selama ini sudah berusaha menjaga kualitas dagangannya di tengah isu miring yang beredar.
Di sisi lain, aksi bersih-bersih lingkungan dari ikan sapu-sapu di perairan Jakarta Selatan juga makin kencang dilakukan, salah satunya di kawasan Setu Babakan yang ikonik itu. Ternyata program ini nggak main-main, karena di hari pertama saja petugas berhasil menjaring ikan invasif ini sampai 5,3 ton beratnya. Pembersihan rutin ini dijadwalkan setiap hari Selasa dan Jumat dengan melibatkan mulai dari petugas PPSU sampai aparat kecamatan setempat buat jaga ekosistem.
Menariknya, ada perhatian khusus soal cara mematikan ikan-ikan ini setelah ditangkap biar nggak menyalahi etika dan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Anwar menjelaskan kalau sekarang semua ikan yang tertangkap dipastikan sudah mati total sebelum akhirnya dikubur secara layak. Jadi, selain urusan kesehatan pangan, masalah kesejahteraan hewan dan tata cara yang benar pun tetap jadi perhatian serius bagi jajaran pemerintah di lapangan saat ini.