Eventbogor.com – Saat hendak berangkat bepergian, banyak orang merasa perlu meminta perlindungan dari yang Maha Kuasa.
Terutama bagi umat Muslim, membaca doa sebelum dan selama perjalanan bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari tawakal dan pengingat bahwa setiap langkah ada dalam lindungan Allah SWT.
Doa perjalanan dipanjatkan bukan cuma agar terhindar dari bahaya, tapi juga supaya perjalanan berjalan lancar, hati tenang, dan tetap dalam ridho-Nya hingga sampai ke tujuan.
Rasulullah SAW sendiri dikenal rutin membaca doa ketika bepergian, terutama saat menempuh jarak jauh—menjadi teladan yang masih relevan sampai hari ini.
Di tengah kesibukan dan kemajuan teknologi, mengingat Allah melalui doa justru jadi penyeimbang yang menenangkan.
Ada ketenangan tersendiri saat kita menyadari bahwa kendaraan yang kita tumpangi, jalan yang kita lalui, dan waktu yang kita tempuh semuanya adalah karunia dan kuasa-Nya.
Karena itulah, disarankan untuk membiasakan diri membaca doa sebelum memulai perjalanan, meskipun hanya sebentar atau dalam kota.
Berikut kumpulan doa yang bisa diamalkan saat bepergian, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya agar lebih mudah dipahami dan dihafal.
Saat naik kendaraan, disunahkan membaca: “Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.”
Dalam bahasa Indonesia, artinya: “Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali.”
Doa ini mengandung rasa syukur sekaligus pengakuan bahwa semua kemudahan yang kita rasakan bukan karena kemampuan kita semata.
Untuk perlindungan selama dalam perjalanan, ada doa lain yang diajarkan Rasulullah: “A‘ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq.”
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa pun yang Dia ciptakan.”
Doa ini bisa dibaca berkali-kali selama perjalanan, terutama saat merasa cemas atau melewati tempat yang kurang nyaman.
Membaca doa bukan berarti kita mengabaikan ikhtiar, seperti mengecek kendaraan atau menghindari berkendara saat lelah.
Justru, doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan—karena berdoa sambil tetap waspada menunjukkan kesadaran penuh sebagai hamba.
Di tengah maraknya kecelakaan lalu lintas atau insiden saat bepergian, mengingat Allah bisa jadi benteng terakhir yang tak terlihat.
Banyak yang merasa lebih tenang setelah membaca doa, bukan karena magis, tapi karena hati jadi lebih terhubung dengan tujuan yang lebih besar dari sekadar sampai tempat tujuan.
Menjadikan doa sebagai bagian dari rutinitas perjalanan juga bisa menjadi momen refleksi singkat—untuk merenung, bersyukur, dan memperbarui niat.
Baik itu perjalanan dinas, mudik, liburan, atau sekadar jalan-jalan sore, semua bisa jadi ibadah jika dilakukan dengan sadar dan penuh doa.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk memohon keselamatan sebelum mesin dinyalakan atau langkah pertama dilangkahkan.
Karena di balik doa yang terucap pelan dari hati, ada kekuatan yang jauh lebih besar dari sekadar jarak dan waktu.
