namawebsite – Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Muslim di Jakarta dan sekitarnya mulai mencari hewan kurban yang berkualitas untuk keluarga.
Di tengah antusiasme tersebut, Buya Yahya hadir dengan pencerahan lewat kajian di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang banyak dibagikan ulang oleh jemaah.
Dalam ceramahnya, pengasuh LPD Al Bahjah itu menekankan bahwa memilih hewan kurban bukan soal besar tubuh atau panjang tanduk, apalagi jenis kelamin.
Yang jauh lebih penting adalah kondisi kesehatan, umur, dan bebas dari cacat yang mengganggu fungsi tubuh.
“Yang pantas, yang paling bagus kalau bisa,” ucap Buya Yahya, menekankan pentingnya memberikan yang terbaik dalam ibadah kurban.
Ia merujuk pada penjelasan ulama terdahulu soal cacat yang membuat hewan tidak layak dikurbankan.
Beberapa di antaranya adalah gangguan penglihatan, kaki pincang, atau penyakit kulit parah seperti korengan yang menghambat mobilitas.
Kondisi-kondisi ini membuat hewan kesulitan bersaing saat mencari makan, ujarnya.
Akibatnya, tubuhnya jadi kurus dan tidak memenuhi standar kelayakan.
“Kalau pandangan kabur, pincang, jadi kalah sama temannya. Temannya sudah kenyang dia baru datang,” jelas Buya Yahya dengan nada lugas.