Eventbogor.com –

Kondisi Jalan Karehkel di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan warga karena kerusakan parah yang membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan jalan ini telah lama terjadi dan belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait hingga tahun 2026.

Jalan Karehkel merupakan jalur alternatif penting yang menghubungkan Kecamatan Leuwiliang dengan Kecamatan Rumpin.

Ruas jalan yang rusak terletak di Desa Karehkel, di mana permukaan jalan dipenuhi lubang dan cekungan yang membuat permukaan tidak rata.

Kerusakan tersebut diduga disebabkan oleh terkelupasnya lapisan aspal pada beton penutup saluran air akibat hujan deras.

Bagian jalan yang terkelupas menjadi lebih rendah dari permukaan sekitarnya, menciptakan rintangan berbahaya bagi kendaraan yang melintas.

Warga setempat, Deden, mengungkapkan bahwa kondisi jalan rusak ini sering memicu kecelakaan lalu lintas.

Ia menyebutkan bahwa dalam satu minggu, setidaknya terdapat satu kejadian kecelakaan akibat lubang di jalan tersebut.

Salah satu korban bahkan merupakan seorang kakek-kakek yang mengalami cedera serius hingga harus diurut.

Tidak diketahui secara pasti apakah korban mengalami patah tulang, namun insiden ini menunjukkan tingkat bahaya yang tinggi.

Seorang pengendara harian yang melintasi jalur tersebut juga menyampaikan keluhan serupa.

Ia menilai kondisi jalan semakin membahayakan saat hujan turun karena genangan air menutupi lubang-lubang di permukaan jalan.

Lubang yang tidak terlihat tersebut memicu banyak pengendara terutama sepeda motor kehilangan kendali dan jatuh.

BACA JUGA :  Jalan Lingkar Barengkok–Karacak Leuwiliang Kembali Terendam Saat Hujan Deras

Pengendara tersebut menegaskan bahwa situasi ini sangat mengancam keselamatan pengguna jalan setiap harinya.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh pada Jalan Karehkel.

Mereka meminta penanganan darurat seperti tambal sulam sementara hingga dilakukan perbaikan permanen.

Akses jalan yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di kawasan pedesaan seperti Leuwiliang.

Kerusakan infrastruktur jalan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan akses darurat.

Hingga kini, belum ada respons resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor terkait kondisi jalan ini.

Pemantauan publik terhadap kondisi infrastruktur jalan di Bogor terus meningkat di tahun 2026.

Warga menilai transparansi dan respons cepat dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk mencegah korban jiwa.

Perbaikan Jalan Karehkel diharapkan menjadi prioritas dalam program pemeliharaan jalan tahun ini.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.

Keberlangsungan akses transportasi yang aman mendukung kualitas hidup dan konektivitas wilayah di Bogor.

Warga setempat siap mendukung inisiatif perbaikan asalkan pemerintah hadir dengan solusi nyata.

Pemantauan kondisi jalan secara berkala juga perlu ditingkatkan untuk mencegah kerusakan meluas.

Infrastruktur jalan yang baik menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kondisi Jalan Karehkel menjadi contoh nyata urgensi pemeliharaan jalan di wilayah pinggiran Bogor.

Masyarakat berharap keluhan ini tidak hanya menjadi berita, tetapi memicu aksi nyata dari pihak berwenang.

BACA JUGA :  Kecelakaan di Jalan Ciherang–Ciapus Bogor, Warga Minta Perbaikan Segera Dilakukan