Eventbogor.com – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal.

Pada tahun 2026, sebanyak 13 desa wisata baru akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi sebagai destinasi unggulan dari Bupati Bogor.

Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam mendorong potensi pariwisata di tingkat desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.

Desa wisata yang akan ditetapkan melalui SK tersebut dipilih berdasarkan kriteria seperti keunikan budaya, atraksi alam, keterlibatan masyarakat, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Pengukuhan melalui SK diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan akses dukungan lebih luas, baik dari sisi pendanaan, pelatihan SDM, maupun promosi pariwisata.

Bupati Bogor menyatakan bahwa desa wisata bukan hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal melalui UMKM dan koperasi desa.

Setiap desa wisata akan dikembangkan dengan pendekatan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Pemerintah daerah juga akan memfasilitasi kolaborasi antara desa wisata dengan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan dan platform digital.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor akan memastikan standar pelayanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke desa-desa tersebut.

Pengembangan desa wisata sejalan dengan visi nasional dalam memperkuat pariwisata berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Target penetapan 13 desa wisata baru di 2026 menjadi bagian dari roadmap pengembangan destinasi unggulan di wilayah Bogor.

BACA JUGA :  Liburan Sekolah Makin Seru dengan Paket Menginap dan Wisata di de Braga by ARTOTEL

Upaya ini juga didukung oleh program pelatihan sadar wisata, kebersihan, dan keramahan bagi masyarakat lokal.

Desa wisata diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi angka migrasi ke kota besar.

Beberapa desa yang masuk dalam daftar calon penerima SK telah menunjukkan progres positif melalui event budaya dan festival tahunan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan mengintegrasikan desa wisata ke dalam kalender event pariwisata resmi daerah.

Dengan dukungan infrastruktur digital, desa wisata dapat memasarkan diri secara luas melalui media sosial dan platform reservasi daring.

Keberhasilan desa wisata diharapkan menjadi model replikasi bagi desa lain yang memiliki potensi serupa.

Kolaborasi antar desa wisata juga akan diperkuat untuk menciptakan paket wisata tematik yang menarik.

Pariwisata berbasis masyarakat diyakini mampu menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan.

Penetapan SK untuk 13 desa wisata menjadi momentum penting dalam transformasi sektor pariwisata Kabupaten Bogor di tahun 2026.