Eventbogor.com – Program Jalur Afirmasi Seleksi Peserta Didik Masuk Baru (SPMB) 2026 di Kota Bogor secara resmi memprioritaskan calon siswa dari keluarga miskin ekstrem.

Program ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Bogor dalam memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Integrasi [Masukkan Keyword Utama] dilakukan secara sistematis dalam kebijakan afirmasi pendidikan ini, guna menjangkau kelompok paling rentan secara sosial-ekonomi.

Dinas Pendidikan Kota Bogor menegaskan bahwa peserta jalur afirmasi harus berasal dari keluarga dengan status Desil 1 hingga Desil 5 menurut data Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

Khususnya, prioritas utama diberikan kepada calon siswa dari Desil 1 yang teridentifikasi sebagai keluarga miskin ekstrem.

Pemilihan kriteria ini berdasarkan kolaborasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk memastikan validitas data kemiskinan.

Seleksi melalui jalur afirmasi SPMB 2026 tidak menghilangkan aspek akademik, namun memberikan pertimbangan khusus terhadap latar belakang sosial calon peserta didik.

Tujuannya adalah mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk masuk ke sekolah negeri berkualitas.

Proses verifikasi dokumen dilakukan secara ketat melalui mekanisme validasi lapangan oleh tim pendidikan bersama RT/RW setempat.

Orang tua atau wali calon siswa wajib menyerahkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau dokumen pendukung lain yang sah.

BACA JUGA :  Euphoria Season 3: Akhir Perjalanan Rue dan Kawan-kawan di HBO Max

Selain itu, calon peserta didik harus memiliki domisili tetap di wilayah Kota Bogor minimal selama satu tahun terakhir.

Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Pemkot Bogor untuk mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem sesuai arahan nasional tahun 2026.

Jalur afirmasi juga menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di tingkat lokal.

Dinas Pendidikan terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dasar dan menengah agar informasi ini menjangkau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah dengan indeks kemiskinan lebih tinggi.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi sekolah dari kalangan ekonomi bawah tanpa mengorbankan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan SPMB 2026 menjadi fokus utama agar program afirmasi benar-benar menyentuh sasaran yang tepat.

Ke depan, Pemkot Bogor berencana memperluas cakupan bantuan pendidikan yang terintegrasi dengan program bantuan sosial lainnya.