Eventbogor.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-544 dimaknai Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan nasional dan menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial masyarakat.

Kegiatan utama dalam rangkaian peringatan ini adalah upacara dan ziarah nasional yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, pada Senin, 1 Juni 2026.

Acara ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor menanamkan semangat nasionalisme serta memastikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila dan HJB ke-544 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bermakna historis dan edukatif bagi masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Ade Ruhandi atau Jaro Ade, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, serta para kepala perangkat daerah.

Para veteran, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan juga turut hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

Rangkaian acara dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Bupati Bogor, dan diakhiri dengan prosesi tabur bunga di sejumlah pusara pejuang bangsa.

Setiap gerakan dalam prosesi ini dilakukan secara hikmat, mencerminkan rasa hormat dan penghargaan yang mendalam terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.

Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ziarah nasional ini juga menjadi wahana refleksi kolektif tentang relevansi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2026.

BACA JUGA :  Perselisihan Akun Maker Program MBG Libatkan Tujuh Kepala SPPG di Bogor dan Sumedang

Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam sambutannya menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum tahunan, melainkan pengingat akan fondasi negara yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebelum kemerdekaan.

Ia mengingatkan bahwa Pancasila, yang pertama kali dicetuskan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945, tetap menjadi landasan ideologis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.

Menurut Rudy, nilai-nilai seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta persatuan Indonesia harus terus dijunjung tinggi sebagai benteng melawan ancaman perpecahan.

“Musuh utama bangsa kita saat ini bukan kemiskinan atau keterbelakangan, melainkan perpecahan,” tegasnya, menekankan pentingnya menjaga persatuan sebagai kunci ketahanan nasional.

Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan publik di Kabupaten Bogor harus selalu berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar pembangunan berjalan inklusif dan berkeadilan.

Rudy juga menyoroti pentingnya edukasi sejarah bagi generasi muda agar tidak terputus dari akar perjuangan bangsa.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan dari para pahlawan.

“Setiap kali kita mengibarkan Bendera Merah Putih, itu bukan hanya simbol negara, tetapi juga simbol kehormatan dan persatuan yang dibayar mahal oleh darah, air mata, dan nyawa para pejuang,” ujarnya.

Pesan ini disampaikan sebagai dorongan agar generasi muda turut menjaga kedaulatan bangsa dengan cara memahami sejarah dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Fokus Kembangkan Kawasan Ekonomi Baru di Cigudeg dan Sukamakmur

Peringatan Hari Lahir Pancasila dan HJB ke-544 di Kabupaten Bogor menjadi contoh nyata bagaimana lokalitas bisa merayakan semangat kebangsaan secara bermakna dan kontekstual.

Dengan mengintegrasikan peringatan lokal dan nasional, Pemkab Bogor berhasil menciptakan ruang edukasi dan refleksi yang relevan bagi masyarakat di era modern.

Event ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang terus menguatkan kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan, toleransi, dan cinta tanah air.

Ke depan, Pemkab Bogor berencana melibatkan lebih banyak komunitas muda dan pelajar dalam rangkaian kegiatan serupa agar nilai-nilai kebangsaan terus hidup di setiap generasi.