Eventbogor.com – Warga Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih menghadapi kesulitan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Senin, 21 April 2026.

Sebagian besar masyarakat yang terdampak melaporkan keterbatasan akses terhadap bantuan dasar meskipun waktu kejadian telah berlalu beberapa hari.

Kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian layak pakai, dan perlengkapan sanitasi menjadi prioritas utama bagi warga yang masih mengungsi.

Banyak dari mereka yang mengungsi di balai desa dan tempat ibadah setempat merasa bantuan dari Pemkab Bogor belum sepenuhnya merata.

Warga berharap adanya dukungan tambahan dari pihak swasta, terutama perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan Leuwiliang, termasuk Star Energy.

Perusahaan energi yang beroperasi di sekitar lokasi bencana dinilai memiliki peran strategis dalam program pemulihan pasca bencana.

Sejumlah aspirasi muncul dari masyarakat agar perusahaan dapat memberikan kontribusi lebih dari sekadar pembersihan jalur transportasi.

Bencana alam yang terjadi awal pekan ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah warga dan infrastruktur vital seperti jalan desa serta saluran air.

Material longsor masih menutup akses utama ke beberapa dusun, sehingga menghambat distribusi logistik dan aktivitas ekonomi warga.

Upaya gotong royong terus dilakukan oleh relawan, aparat desa, dan masyarakat untuk membuka kembali akses jalan yang terputus.

BACA JUGA :  Bencana Banjir dan Longsor Cigudeg 2026: Dampak, Respons, dan Kebutuhan Mendesak Warga