Eventbogor.com – Pertamina memperluas pemanfaatan energi bersih dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal pengangkut minyak.
Langkah ini bagian dari komitmen perusahaan menekan emisi karbon di sektor maritim.
Penerapan energi terbarukan di kapal tanker diyakini dapat mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060.
Dengan pemasangan PLTS, Pertamina mencatat pengurangan emisi hingga 79 ton karbon dioksida per tahun.
Setiap kapal yang dilengkapi panel surya mampu menghasilkan listrik mandiri untuk kebutuhan operasional non-propulsi.
Sistem ini menggantikan penggunaan genset berbahan bakar fosil saat kapal sandar atau berlayar jarak dekat.
Adopsi energi surya di kapal merupakan inovasi strategis di tengah tekanan global terhadap industri maritim untuk bertransformasi hijau.
Industri pelayaran global menyumbang sekitar 2,5% emisi karbon dunia, menurut International Maritime Organization (IMO).
Pertamina berkomitmen terus mengembangkan solusi rendah karbon di seluruh rantai pasok energi.
Implementasi PLTS di kapal menjadi salah satu upaya konkret dalam mencapai dekarbonisasi sektor transportasi laut.
Direktur Utama Pertamina menyampaikan bahwa transformasi energi tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga harus menjangkau sektor kelautan.
Kami ingin menunjukkan bahwa energi bersih bisa diterapkan bahkan di lingkungan operasional yang kompleks seperti kapal tanker, ujarnya.
Pemasangan PLTS dilakukan secara bertahap di sejumlah armada pengangkut minyak milik anak perusahaan Pertamina.
Setiap instalasi dilengkapi sistem monitoring untuk mengevaluasi efisiensi dan kontribusi terhadap pengurangan emisi.
Ke depan, Pertamina berencana memperluas penerapan teknologi serupa ke kapal-kapal lainnya.
Langkah ini juga sejalan dengan regulasi internasional yang mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di kapal.
Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar untuk mengadopsi energi surya di armada lautnya.
Pemanfaatan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun menjadi keunggulan komparatif dalam transisi energi.
Pemerintah pusat mendukung inisiatif Pertamina sebagai bagian dari strategi energi nasional berkelanjutan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut proyek ini sebagai role model bagi BUMN lain.
Energi bersih di sektor maritim bukan lagi opsi, tapi keharusan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, kata seorang pejabat Kementerian ESDM.
Pertamina terus berkoordinasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk meningkatkan efisiensi teknologi PLTS di kapal.
Uji coba laboratorium dan lapangan dilakukan untuk memastikan keandalan sistem dalam kondisi laut yang dinamis.
Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat mendorong adopsi serupa oleh perusahaan pelayaran swasta.
Dengan kolaborasi antar stakeholder, transisi energi di sektor maritim bisa berjalan lebih cepat.
Pertamina menegaskan bahwa pengurangan 79 ton karbon per tahun adalah langkah awal dari target yang lebih besar.
Perusahaan menargetkan peningkatan kontribusi energi terbarukan dalam total energi operasional hingga 30% pada 2030.
Langkah ini juga memberikan dampak positif terhadap citra perusahaan di pasar internasional.
Investor global semakin memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi.
Penerapan PLTS di kapal menjadi bukti nyata komitmen Pertamina terhadap prinsip ESG.
Masyarakat dan pemangku kepentingan didorong untuk mendukung transformasi energi yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran aktif semua pihak diperlukan untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Pemerintah daerah pesisir juga diminta untuk mendorong pelabuhan ramah lingkungan yang mendukung kapal berbasis energi bersih.
Pertamina membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dalam pengembangan infrastruktur energi hijau.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi pemimpin energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
Dengan inovasi berkelanjutan, sektor maritim bisa menjadi bagian dari solusi perubahan iklim, bukan sumber masalah.
Pertamina berkomitmen untuk terus melaporkan kemajuan implementasi energi bersih secara transparan kepada publik.
Transparansi menjadi kunci membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi luas dalam transisi energi nasional.
