Eventbogor.com – Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Mekarjaya 02, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dihentikan sementara menyusul evaluasi terhadap sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas sorotan publik terkait pengelolaan limbah serta hasil inspeksi kesehatan lingkungan yang belum memenuhi syarat.

Penghentian sementara ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pihak pengelola dalam melengkapi seluruh persyaratan teknis dan higienitas yang ditetapkan oleh instansi terkait.

Program Makan Bergizi Gratis di Bogor menjadi perhatian khusus setelah muncul kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas dan keamanan pangan yang disajikan di lokasi tersebut.

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG wilayah Cigudeg dan Jasinga, Ismu Aziz, menjelaskan bahwa kondisi fasilitas dapur saat ini belum layak secara infrastruktur.

Dapur MBG harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan sebelum dapat kembali beroperasi.

“Diberhentikan operasionalnya dikarenakan secara sarana dan prasarana belum memenuhi syarat,” ujar Ismu saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4).

Pihaknya menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara koordinatif dan bukan karena pelanggaran berat, melainkan sebagai upaya preventif.

Selain infrastruktur, hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) oleh Dinas Kesehatan bersama Puskesmas setempat juga menjadi faktor penentu.

“IKL-nya belum lolos, jadi dapurnya ditutup dulu sampai semua persyaratan dilengkapi,” jelasnya.

Sebelumnya, dapur tersebut tetap beroperasi sambil menyelesaikan proses perizinan dan pemenuhan standar kebersihan.

BACA JUGA :  Normalisasi Kali Cibeuteng: Harapan Baru Bebas Banjir di Kemang, Bogor

Namun, setelah evaluasi menyeluruh, ditemukan bahwa sejumlah aspek krusial belum terpenuhi secara memadai.

Kepala SPPG Mekarjaya 02, Muhamad Alfitrah, mengonfirmasi bahwa penghentian ini juga dipicu oleh aduan dari masyarakat sekitar.

“Memang ada aduan masyarakat. Sebelum berita ini muncul, kami sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan untuk melakukan renovasi minor,” kata Alfitrah.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengajukan dokumen administrasi dan pelaporan melalui sistem resmi yang ditentukan.

“Kami sudah kirim link dan surat ke pihak terkait. Untuk sementara kami tidak beroperasi sampai proses perbaikan selesai,” ungkapnya.

Langkah ini diharapkan menjadi evaluasi menyeluruh agar program Makan Bergizi Gratis di Bogor dapat berjalan lebih transparan dan sesuai protokol kesehatan.

Pihak pengelola berkomitmen untuk memperbaiki seluruh kekurangan agar layanan kembali aktif dengan kualitas yang lebih baik.

Program ini tetap menjadi bagian dari upaya penanganan gizi masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera di wilayah Cigudeg.

Pembenahan fasilitas diharapkan rampung dalam waktu dekat agar distribusi makanan bergizi dapat segera dilanjutkan tanpa gangguan.

Masyarakat diminta untuk tetap bersabar dan mendukung proses perbaikan demi keberlangsungan program yang bermanfaat jangka panjang.

Ke depan, transparansi dan partisipasi publik akan ditingkatkan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman serupa di tahun 2026.