Eventbogor.com – Penurunan harga Pertamax (RON 92) sebesar Rp300 per liter mulai 1 Agustus 2026 dinilai belum cukup menarik minat sebagian warga untuk kembali menggunakan bahan bakar nonsubsidi tersebut. Meski harganya turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, selisih tersebut dianggap belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pengeluaran bulanan masyarakat.

Berdasarkan daftar harga BBM Pertamina, harga Pertamax di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya kini dipatok Rp15.950 per liter. Sebelumnya, harga Pertamax berada di angka Rp16.250 per liter setelah mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026 dari Rp12.300 per liter.

Salah seorang warga Kota Bogor, Andi (34), mengaku selama sekitar delapan tahun terakhir selalu menggunakan Pertamax. Namun, sejak harganya melonjak drastis pada Juni lalu, ia memutuskan beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran. Menurutnya, penurunan harga sebesar Rp300 per liter belum cukup menjadi alasan untuk kembali menggunakan Pertamax.

“Turunnya cuma sedikit, jadi buat saya belum terasa. Tetap aja boros kalau dihitung per bulan. Kalau masih di kisaran Rp15 ribuan ya saya tetap pakai Pertalite. Ada bedanya sih, motor enakan pakai Pertamax, tapi saya juga cek bengkel dan masih aman kok walau pakai Pertalite, jadi yasudah pakai Pertalite aja,” ujar Andi saat ditemui di Kota Bogor, Selasa (4/8/2026).

Andi mengatakan, dirinya baru akan mempertimbangkan kembali menggunakan Pertamax apabila harganya turun ke kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter.

BACA JUGA :  ITB Gelar Bamboo Expo 2026, Dorong Bambu Jadi Material Masa Depan Dunia

“Kalau sudah balik sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribuan mungkin saya pikir-pikir lagi. Soalnya selisihnya baru terasa buat pengeluaran bulanan, saya uangnya kalau banyak kepakai cuman buat bensin,” katanya.

Hal senada disampaikan warga Kota Bogor lainnya, Naya (22). Ia mengaku menggunakan Pertamax sejak memiliki sepeda motor sekitar empat tahun lalu. Namun, kenaikan harga membuatnya beralih ke Pertalite meski merasakan perbedaan performa kendaraan.

“Sebenarnya beda sih, motornya jadi lebih ngedet pakai Pertalite. Tapi ya gimana lagi, harganya Pertamax sekarang mahal, jadi saya menyesuaikan kemampuan,” ucapnya.

Menurut Naya, penurunan harga Rp300 per liter belum cukup memberikan dampak terhadap pengeluaran rutinnya.