Eventbogor.com – Gempa berkekuatan magnitudo 4,1 yang mengguncang Kabupaten Bogor, berdampak pada 11 kampung di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut menyebabkan 17 rumah mengalami kerusakan dan 51 warga terpaksa mengungsi.

Informasi yang Eventbogor.com dapat, dampak gempa tersebar di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, serta Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang.

“Gempa bumi yang terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 17.45 WIB mengakibatkan beberapa unit rumah warga mengalami kerusakan yang bervariasi, dan tersebar di beberapa titik lokasi perkampungan di wilayah tersebut,” kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Andi Sumardi,

Warga yang terdampak harus meninggalkan rumah mereka, karena kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap keselamatan.

Di Kampung Muaradua, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, tercatat 6 warga mengungsi setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa.

“Berdasarkan hasil kaji cepat, di Kecamatan Pamijahan wilayah terdampak di antaranya di Kampung Muaradua: 3 rumah rusak sedang dan ringan, 12 jiwa terdampak. Kerusakan rumah dominan pada bagian tembok dinding yang mengalami retak hingga hancur, plafon, serta bagian atap,” jelasnya.

“Enam jiwa mengungsi,” lanjutnya.

“Masih terdapat 5 kampung yang belum terdata atau di-assessment kaji cepat dikarenakan terkendala kondisi yang sudah larut malam, antara lain Kampung Banarajaya 1 dan 2, Kampung Cikupa, serta Kampung Cisalak 1 dan 2,” sambungnya.

BACA JUGA :  Ganjil Genap Jakarta Kembali: Senin, 20 April 2026, Siap-Siap Kena Denda!

Sementara dampak yang lebih luas dilaporkan terjadi di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, sebanyak 14 rumah yang tersebar di 5 kampung alami kerusakan.

Sebanyak 46 warga di wilayah tersebut juga harus mengungsi, sebagian warga meninggalkan rumah karena bangunan sudah tidak layak dihuni, sedangkan lainnya memilih mengungsi karena masih mengalami trauma setelah merasakan guncangan.

“Total mengungsi 14 KK (kepala keluarga) atau 46 jiwa. Tidak semua warga yang mengungsi karena rumahnya terdampak gempa. Ada beberapa warga mengungsi karena trauma, dikarenakan masih ada gempa susulan,” ucapnya.

“Untuk saat ini beberapa warga sudah mengungsi di tenda sementara dan rumah saudara di alamat yang sama,” tuturnya.

Dengan demikian, total sementara warga yang mengungsi di kedua desa mencapai 51 orang. Adapun jumlah rumah yang dilaporkan rusak, mencapai 17 unit.