Berat (<28°C): Tidak sadarkan diri, napas lambat, risiko kematian tinggi.
Tahapan Hipotermia: Dari Lemas hingga Tak Sadarkan Diri
-
Tahap Kompensasi: Tubuh masih berusaha menjaga suhu lewat menggigil.
-
Tahap De-kompensasi: Energi habis, tubuh tak mampu menggigil lagi.
-
Tahap Paralisis: Sistem tubuh lumpuh, kesadaran hilang, koma, hingga kematian.
Kisah Nyata Kasus Hipotermia di Gunung Indonesia
Kasus tragis seperti di Gunung Semeru dan Gunung Prau kerap menjadi pelajaran berharga. Pendaki yang kekurangan perbekalan, salah kostum, atau kurang pengetahuan sering menjadi korban.
Contoh: Pada tahun 2017, seorang pendaki remaja meninggal akibat hipotermia saat turun dari Gunung Lawu karena hujan deras dan tidak membawa jaket tahan air.
Langkah Pencegahan Hipotermia saat Pendakian
Mencegah hipotermia jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Beberapa cara pencegahan yang efektif meliputi:
-
Gunakan pakaian berlapis (layering)
-
Hindari pakaian berbahan katun (mudah menyerap air)
-
Konsumsi makanan tinggi kalori dan minum cukup air