Ade Jaya Munadi, dengan tegas, mengingatkan bahwa integritas bukan cuma jargon. “Ini tentang membangun karakter yang jujur, tertib, dan istiqomah,” ujarnya. Kata-kata ini bukan basa-basi. Ini adalah panggilan untuk perubahan mendasar dalam diri setiap ASN. Setiap tindakan, setiap keputusan, harus dilandasi kejujuran.
Sebut saja, seorang ASN menerima “salam tempel” saat mengurus dokumen. Atau, seorang pejabat yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Itu adalah contoh konkret dari rapuhnya integritas. Dampaknya sangat merugikan. Bukan hanya bagi individu yang terlibat, tapi juga bagi organisasi dan masyarakat luas.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Mungkin Anda bertanya, “Apa urusannya integritas ASN dengan saya?” Jawabannya sangat erat. Jika ASN berintegritas, uang pajak Anda akan digunakan secara efektif. Pembangunan infrastruktur berjalan lancar. Pelayanan publik menjadi lebih mudah dan cepat. Semua itu bermuara pada peningkatan kualitas hidup Anda.
Ade Jaya juga menyoroti hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Kabupaten Bogor tahun 2024. Ini menjadi pengingat bahwa upaya sosialisasi dan penguatan budaya integritas harus terus ditingkatkan. Bukan hanya diucapkan, tapi juga dibuktikan dalam tindakan sehari-hari.