EventBogor.com – Cibinong. Raut kecewa terpancar jelas dari wajah Ibu Dermawan Simbolon. Usai sidang lanjutan kasus dugaan pernikahan ilegal di Pengadilan Negeri Cibinong, tuntutan ringan dari jaksa terhadap terdakwa menjadi pukulan telak. Satu tahun penjara, jauh dari ancaman hukuman maksimal, menyisakan tanda tanya besar: di mana keadilan?
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Kasus ini bukan sekadar urusan hukum. Lebih dari itu, ia adalah cermin dari kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Ketika tuntutan hukum terasa ringan, apalagi dalam kasus yang jelas-jelas melanggar hukum, maka muncul pertanyaan mendasar: apakah hukum berlaku adil bagi semua orang? Apakah keadilan bisa dibeli? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kemudian menggerogoti kepercayaan masyarakat.
Kekecewaan Mendalam: Suara Hati Pelapor
Bayangkan Anda, sebagai Ibu Dermawan Simbolon, berjuang mencari keadilan. Mengumpulkan bukti, mengikuti persidangan, berharap kebenaran terungkap. Lalu, tiba-tiba, tuntutan jaksa yang seharusnya memberikan efek jera, justru terasa seperti tamparan di wajah. “Saya tidak puas,” ujar Ibu Dermawan dengan suara bergetar. Kecewa, tentu saja. Siapa yang tidak?
Kuasa hukum pelapor, Bangun Simbolon, juga menyuarakan kekecewaannya. Semua proses hukum telah dilalui. Bukti kuat, saksi ahli, semua sudah dihadirkan. Namun, tuntutan satu tahun terasa seperti lelucon. “Ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegas Bangun.