“BUMD ini kan badan usaha. Badan usaha tentunya menghasilkan PAD, bukan merugikan,” tegas Arif. Pernyataan ini sekaligus menjadi tantangan bagi BUMD. Mereka dituntut untuk membuktikan bahwa suntikan modal tersebut bukanlah sekadar formalitas, melainkan investasi yang memberikan return yang jelas.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Mungkin Anda bertanya, apa dampaknya bagi saya, warga Bekasi? Tentu saja ada. Jika BUMD mampu meningkatkan kinerja, pelayanan publik akan ikut membaik. Contohnya, transportasi publik yang lebih nyaman, pengelolaan sampah yang lebih efisien, atau layanan publik lainnya yang berkualitas. Ujungnya, kualitas hidup warga akan meningkat.
Namun, jika pengawasan lemah, potensi kerugian juga besar. Dana daerah bisa ‘salah kelola’, bahkan menimbulkan masalah hukum. Maka, pengawasan DPRD bukan hanya urusan ‘orang dalam’, tapi juga menyangkut hak dan kepentingan seluruh warga.
Menuju 2026: Harapan dan Tantangan
DPRD Kota Bekasi berharap penyertaan modal bukan hanya sekadar ‘transfer dana’. Mereka menginginkan strategi bisnis daerah yang terukur, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan serta kesejahteraan warga. Ini adalah harapan besar, sekaligus tantangan yang tidak ringan.