EventBogor.com – Rabu malam yang seharusnya tenang di Cimuning, Bekasi, berubah menjadi neraka. Abdul Muhi, seorang saksi mata, menyaksikan langsung bagaimana api dengan cepat melahap SPBE di Jalan Cinyosog. Dalam hitungan menit, yang awalnya hanya kebocoran gas, berubah menjadi ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan sekitar.

Awal Mula: Kepanikan dan Bau Gas

Bayangkan Anda sedang menikmati malam, tiba-tiba suara gaduh memecah keheningan. Itulah yang dialami Abdul. Suara langkah kaki panik, teriakan, dan keributan dari pegawai SPBE menjadi pertanda buruk. “Awalnya saya dengan keributan pegawai di dalam itu panik karena ada kebocoran gas,” kenang Abdul, menggambarkan kepanikan yang mulai merayap.

Tak lama kemudian, asap tebal mulai membumbung tinggi, menutupi jalanan seperti kabut. Bau gas yang menyengat menusuk hidung, menjadi peringatan nyata akan bahaya yang mengintai. Abdul, tanpa ragu, langsung bertindak. Ia sadar, situasi ini sangat berbahaya.

Detik-Detik Mencekam: Evakuasi dan Ledakan

Insting penyelamatan diri dan rasa kemanusiaan mendorong Abdul untuk segera bertindak. Ia berteriak memperingatkan warga, meminta mereka segera menjauh dari lokasi. Tak hanya itu, ia juga segera mengevakuasi keluarganya. Sebuah keputusan yang sangat tepat.

Dua menit. Itulah waktu yang tersisa sebelum mimpi buruk menjadi kenyataan. “Nggak sampai dua menit langsung ledakan,” kata Abdul, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa itu terjadi. Ledakan dahsyat mengguncang segalanya, memicu api yang melalap bangunan di sekitarnya. Seolah-olah, waktu berhenti sejenak, membekukan momen ketegangan sebelum semuanya hancur.

BACA JUGA :  Kemerdekaan Merata: Bogor Gelar Perayaan HUT RI di 40 Kecamatan, Layanan Publik Ikut Meriah!