Dalam pernyataan singkatnya, ia menegaskan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif presiden dan mengajak semua pihak untuk menunggu informasi resmi dari istana.
Tidak heran jika suasana di sekitar kompleks pemerintahan terasa tegang, dengan banyak wartawan dan tim media yang telah bersiaga sejak pagi.
Perhatian khusus tertuju pada kementerian seperti Komunikasi dan Informatika, Lingkungan Hidup, serta Pariwisata—sektor-sektor yang belakangan menjadi sorotan karena dinamika kebijakan dan tantangan implementasi.
Di tengah tekanan global dan transformasi digital yang semakin cepat, publik berharap kabinet baru bisa lebih responsif dan inovatif.
Beberapa analis bahkan menyebut bahwa reshuffle kali ini bukan sekadar soal pergantian wajah, tapi juga momentum untuk memperkuat koherensi antarlembaga yang selama ini sering dituding tumpang tindih.
Yang jelas, mata rakyat kini tertuju pada Istana, menunggu siapa yang akan naik, siapa yang turun, dan—yang paling penting—bagaimana arah kebijakan nasional bakal berubah mulai besok.