Eventbogor.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi keuangan negara tetap stabil meskipun sempat beredar isu bahwa kas pemerintah hanya tersisa Rp120 triliun.
Ia menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih cukup kuat dan sepenuhnya terkendali.
Tidak perlu panik, ujar Purbaya, karena dana negara jauh dari kata kritis—bahkan masih sangat memadai untuk menjalankan fungsi fiskal secara normal.
Klaim soal sisa kas Rp120 triliun sebenarnya bukan angka total keseluruhan, melainkan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.
Angka tersebut adalah hasil pengelolaan fiskal yang disengaja, bukan indikasi defisit atau krisis likuiditas seperti yang dikhawatirkan banyak pihak.
Purbaya menjelaskan bahwa SAL merupakan cadangan strategis yang dipersiapkan untuk menghadapi tekanan ekonomi, fluktuasi pendapatan, atau kebutuhan mendesak negara.
Dana itu tidak diam begitu saja, melainkan dikelola secara aktif, termasuk dengan ditempatkan di Bank Indonesia sebagai instrumen penjaga stabilitas moneter.
Sebagian besar dari SAL, sekitar Rp300 triliun, digunakan untuk memperkuat likuiditas perbankan nasional dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.
Injeksi dana ini dimaksudkan agar bank bisa lebih leluasa menyalurkan kredit kepada pelaku usaha dan masyarakat luas, terutama UMKM.
Langkah ini dinilai penting di tengah kebutuhan musiman dan potensi gejolak ekonomi global yang masih belum sepenuhnya reda hingga 2026.