Proyeksi pertumbuhan Indonesia untuk 2026 dipatok antara 4,9 hingga 5,7 persen, dengan target inflasi yang tetap dijaga dalam koridor aman.
Otoritas juga memastikan likuiditas valuta asing di perbankan masih stabil, sehingga kebutuhan nasabah bisa terpenuhi tanpa tekanan nilai tukar yang berlebihan.
Namun, tantangan utama tetap ada di luar kendali domestik—konflik global dan fluktuasi harga komoditas bisa berubah cepat, dan itu butuh kewaspadaan ekstra.
Upaya BI kali ini bukan soal menahan rupiah agar tak melemah sama sekali, tapi menjaganya dari pelemahan berlebihan yang bisa memicu ketidakseimbangan ekonomi.
Dengan kombinasi intervensi pasar dan koordinasi kebijakan fiskal, harapannya stabilitas ekonomi tetap terjaga meskipun angin global terus berhembus kencang.