Eventbogor.com – Di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, perbankan Indonesia dinilai cukup tangguh dalam menjaga ketersediaan valuta asing.
Meski tekanan terus menghantam, likuiditas valas tetap terkendali berkat sinergi kuat antara regulator dan otoritas moneter.
Koordinasi erat ini menjadi penopang utama dalam memastikan pasar valas domestik tidak goyah meski arus modal asing tak menentu.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas menyatakan bahwa bank-bank di Tanah Air memiliki kapasitas memadai untuk memenuhi kebutuhan devisa nasabah.
Tidak hanya itu, OJK juga terus memantau secara ketat agar pasokan valas tetap aman dan sistem keuangan nasional tetap stabil.
Situasi ini makin penting karena banyak korporasi besar masih punya kewajiban pembayaran utang dalam mata uang asing.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa stabilitas likuiditas valas saat ini berada dalam kondisi yang sehat.
Data per Februari 2026 menunjukkan Posisi Devisa Neto (PDN) berada di angka 1,46 persen—cukup positif jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Angka tersebut mencerminkan bahwa aliran masuk dan keluar valas masih seimbang, tanpa tekanan besar dari sisi permintaan.
OJK juga terus mendorong penerapan manajemen risiko yang lebih ketat di seluruh jajaran perbankan nasional.