Eventbogor.com – Jumat Agung bukan sekadar hari libur panjang atau bagian dari rangkaian akhir pekan suci, melainkan momen refleksi mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia.
Ini adalah hari yang penuh kesedihan, namun sarat makna, ketika umat memperingati penyaliban Yesus Kristus di Bukit Golgota sebagai bentuk penebusan dosa umat manusia.
Bagi banyak orang, Jumat Agung dan Paskah sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan tujuan yang berbeda meski saling berkaitan dalam kalender liturgi Katolik.
Hari Raya Paskah 2026 sendiri jatuh pada Minggu, 5 April, menandai kebangkitan Yesus dari kematian—kontras yang jelas dengan kesunyian dan duka di Jumat Agung sebelumnya.
Perbedaan utama antara dua hari suci ini terletak pada peristiwa yang diperingati: satu mengenang kematian, satunya merayakan kehidupan yang menang atas maut.
Selama Jumat Agung, umat diajak untuk merenungkan pengorbanan besar Yesus, yang rela menderita dan wafat demi keselamatan umat manusia.
Inilah puncak dari pelayanan-Nya di dunia, sebuah tindakan kasih tanpa syarat yang menjadi fondasi iman Kristiani.
Karena itu, perayaan pada hari ini dilakukan dengan penuh khidmat, tanpa nyanyian mulia atau lonceng gereja yang biasanya mengiringi misa.
Umat Katolik juga diwajibkan berpuasa dan berpantang, hanya makan sekali dalam sehari, sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap penderitaan Sang Juruselamat.
Rangkaian ekaristi Jumat Agung biasanya mencakup doa khusus, permenungan jalan salib, serta pembacaan kitab suci yang menggambarkan detik-detik terakhir kehidupan Yesus.