Menurut mazhab Syafi’i, batas akhir pelaksanaan sholat Id adalah sebelum matahari tergelincir, atau saat memasuki waktu Zuhur.
Melewatkan waktu ini tanpa alasan yang sah berarti melewatkan sholat Id, karena tidak ada qadha untuk ibadah ini.
Berikut tata cara sholat Idul Fitri secara lengkap, mulai dari niat, urutan gerakan, hingga bacaan doa setelah sholat.
Untuk imam, bacaan niatnya adalah: Ushollii sunnatal li’iidil fithri rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.
Sementara makmum membaca: Ushollii sunnatal li’iidil fithri rok’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillaahi ta’aalaa.
Kedua bacaan ini dilafalkan dalam hati sebelum takbiratul ihram, meskipun tidak wajib diucapkan secara lisan.
Sholat Id dimulai dengan niat, lalu takbiratul ihram sambil mengangkat tangan, seperti halnya sholat biasa.
Setelah takbir pertama, imam kemudian mengucapkan tujuh takbir tambahan di rakaat pertama, sambil mengangkat tangan di setiap takbir.
Di antara takbir-takbir tersebut, disunahkan membaca doa kecil seperti: Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar.
Setelah takbir ketujuh, imam membaca doa istiftah, lalu dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, biasanya Al-A’la atau Qaf.