Eventbogor.com –

Bulog Jawa Barat menyatakan bahwa Indonesia tidak lagi melakukan impor beras sejak Januari 2025.

Klaim ini didukung oleh stok beras nasional yang mencapai rekor tertinggi dan diproyeksikan aman hingga pertengahan 2027.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari ketahanan pangan yang semakin kuat di tengah tantangan global.

Stok beras di Jawa Barat sendiri mencapai 845 ribu ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah.

Direktur Utama Bulog Jawa Barat, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa pasokan beras dalam negeri saat ini sepenuhnya dipenuhi dari hasil produksi lokal.

Peningkatan produktivitas petani dan optimalisasi pengadaan beras dari dalam negeri menjadi kunci utama pencapaian ini.

Upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan terus dimonitor secara berkala oleh Bulog.

Meskipun isu pemanasan global dan perubahan iklim menguat, Bulog menjamin tidak akan terjadi krisis pangan di wilayah Jawa Barat.

Manajemen Bulog juga memperkuat distribusi ke daerah-daerah rawan defisit melalui operasi pasar rutin.

Sistem logistik yang diperbarui memungkinkan penyaluran beras lebih cepat dan efisien ke seluruh kabupaten/kota di Jabar.

Keberhasilan swasembada beras ini turut didukung oleh kolaborasi antara pemerintah pusat, dinas pertanian, dan kelompok tani di lapangan.

Panen raya yang terjadi secara merata di berbagai sentra pertanian seperti Indramayu, Cianjur, dan Sumedang memberikan kontribusi besar terhadap stok nasional.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Dorong Pengembangan Sektor Perikanan dan Peternakan di 6 Kecamatan

Bulog terus melakukan pengadaan beras dari petani dengan harga di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai bentuk perlindungan ekonomi.

Langkah ini tidak hanya menjaga ketersediaan stok tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu kelangkaan pangan yang tidak berdasar.

Transparansi data stok beras dipublikasikan secara berkala melalui platform digital resmi Bulog.

Pemerintah daerah juga diajak untuk terus mengawal rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.

Dengan proyeksi kebutuhan beras tahunan Jawa Barat sekitar 2,1 juta ton, stok saat ini mampu memenuhi kebutuhan lebih dari sembilan bulan ke depan.

Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari stabilitas sosial dan ekonomi.

Ke depan, strategi cadangan pangan akan diperluas tidak hanya untuk beras tetapi juga komoditas strategis lainnya.

Swasembada pangan yang dicapai pada 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.