Eventbogor.com – Kondisi Jalan Ciherang–Ciapus di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan publik setelah memicu kecelakaan yang menimpa seorang pengendara sepeda motor pada Jumat (12/6/2026) pagi.

Peristiwa ini menegaskan urgensi perbaikan infrastruktur jalan yang telah lama dikeluhkan warga, terutama di kawasan akses perumahan Graha Arradea.

Jalan Ciherang–Ciapus, yang menjadi jalur penting bagi mobilitas warga, kini dipenuhi lubang dan material urugan yang mudah bergeser, menciptakan risiko tinggi bagi pengguna jalan.

Insiden terjadi saat Tatang Hidayatulloh (31), warga Graha Arradea Blok M No.12A, melintas dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Kondisi jalan yang rusak parah menyebabkan kendaraannya oleng dan terjatuh tidak jauh dari pintu keluar perumahan.

Kecelakaan terjadi pada jam sibuk, saat lalu lintas sedang ramai oleh warga yang berangkat kerja atau sekolah.

Ayah korban, Asep Didi, menjelaskan bahwa putranya langsung kehilangan kendali saat melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Anak saya sedang berangkat kerja. Setelah keluar dari kawasan Graha Arradea dan melintasi jalan yang rusak, motornya oleng lalu terjatuh, ujar Asep saat dikonfirmasi.

Tatang mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh serta cedera yang diduga terkilir akibat benturan saat terjatuh.

Ia segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dan kini menjalani perawatan intensif guna mempercepat pemulihan.

Meski tidak mengalami cedera serius, kejadian ini menyisakan trauma dan kekhawatiran bagi keluarga serta warga sekitar.

BACA JUGA :  FK3I Siap Laporkan Pejabat KSDAE dan BBKSDA Jabar atas Dugaan Penyadapan Pinus Ilegal

Warga Desa Ciherang menilai bahwa kerusakan Jalan Ciherang–Ciapus telah berlangsung lama tanpa ada penanganan menyeluruh dari pihak terkait.

Jalan ini merupakan akses vital yang dilalui ratusan kendaraan setiap hari, baik dari dan menuju perumahan, sekolah, maupun tempat kerja.

Kerusakan yang terus dibiarkan berpotensi menyebabkan kecelakaan serupa di masa depan.

Banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang harus berhati-hati ekstra saat melewati jalur ini, terutama saat hujan turun.

Saat hujan, material urugan licin dan lubang yang tergenang air sulit terlihat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Asep Didi menekankan pentingnya tindakan cepat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bogor dan instansi terkait.

Kami berharap ada tindakan cepat demi keselamatan masyarakat. Jalan ini merupakan akses penting yang setiap hari dilalui warga, tegasnya.

Warga juga mendesak agar perbaikan jalan tidak lagi ditunda atau masuk dalam proyek tahunan yang prosesnya panjang.

Beberapa kali warga telah mengajukan aspirasi melalui demo dan surat resmi, namun respons pemerintah masih terasa lambat.

Desakan perbaikan jalan Ciherang–Ciapus bukan kali pertama muncul di tahun 2026.

Sebelumnya, warga sempat menyampaikan protes dengan aksi unjuk rasa bertajuk “Jalan Ini Tak Semulus Pipi Mu”, sebagai sindiran tajam terhadap kondisi jalan yang memprihatinkan.

Insiden kecelakaan yang menimpa Tatang menjadi pengingat bahwa masalah infrastruktur jalan bukan sekadar isu kenyamanan, melainkan soal keselamatan publik.

BACA JUGA :  Pemerintah Tegaskan APBN Tetap Sehat Meski Isu Kas Negara Tipis Beredar

Pemerintah daerah diharapkan lebih responsif terhadap keluhan warga, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan volume kendaraan di kawasan Dramaga.

Perbaikan jalan harus menjadi prioritas, bukan hanya di ruas Ciherang–Ciapus, tetapi juga di titik-titik lain yang mengalami kerusakan serupa.

Kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya bisa menjadi solusi untuk percepatan penanganan.

Monitoring berkala dan sistem pelaporan digital juga bisa diterapkan agar kondisi jalan bisa terpantau secara real-time.

Dengan pendekatan yang lebih proaktif, kejadian serupa dapat dicegah dan kualitas infrastruktur di Kabupaten Bogor dapat terus ditingkatkan.