Eventbogor.com – Warga Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menggelar aksi damai menuntut perbaikan jalan rusak di Jalan Raya Ciherang–Ciapus pada Minggu (24/5/2026).

Perbaikan jalan menjadi isu utama dalam aksi ini, mengingat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan telah berlangsung lama tanpa penanganan menyeluruh dari pihak berwenang.

Puluhan warga turun langsung ke jalan sambil membentangkan spanduk bernada protes yang menyoroti ketidakadilan antara kewajiban membayar pajak dan hak atas infrastruktur layak.

Salah satu spanduk bertuliskan “Pajak Bayar Jalan Rusak Dibiarkan”, menegaskan kekecewaan masyarakat terhadap respons lambat pemerintah terhadap kerusakan jalan vital ini.

Spanduk lainnya menyertakan sindiran tajam seperti “Jalan Ini Tak Semulus Pipi Mu”, yang mencerminkan kekesalan warga secara kreatif namun tetap dalam koridor aksi damai.

Jalan Raya Ciherang–Ciapus merupakan akses utama bagi masyarakat setempat untuk berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan transportasi umum.

Saat hujan, ruas jalan ini kerap tergenang air hingga menyerupai danau kecil, membuat kendaraan sulit melintas dan berisiko menyebabkan kecelakaan.

Di musim kemarau, kondisi tak kalah parah karena debu tebal beterbangan akibat permukaan jalan yang rusak dan tidak rata.

Kedua kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas harian warga serta membahayakan keselamatan pengendara dari berbagai kalangan, termasuk anak sekolah dan pekerja.

Koordinator aksi, Eko, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian kolektif terhadap keselamatan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.

BACA JUGA :  Perbaikan Jalan Galuga–Ciampea–Cibungbulang Dimulai Bertahap oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Dia menekankan bahwa warga selalu taat membayar pajak, namun hak mereka atas infrastruktur yang layak belum terpenuhi secara adil.

Menurut Eko, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah nyata dan tidak hanya melakukan tambal sulam yang bersifat sementara.

“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mempercepat perbaikan jalan ini,” ujarnya saat orasi.

“Jangan sampai menunggu lebih banyak korban jatuh akibat jalan rusak,” lanjutnya, menegaskan urgensi penanganan infrastruktur.

Warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan dinas terkait untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi sebenarnya secara langsung.

Menurut mereka, kunjungan lapangan penting agar pihak pemerintah benar-benar memahami dampak yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Keluhan terkait kerusakan jalan ini sebenarnya telah disampaikan berkali-kali melalui berbagai saluran resmi, namun respons yang diterima masih minim.

Perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai hanya bersifat temporer dan tidak menyelesaikan akar permasalahan kerusakan struktural jalan.

Aksi damai ini menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran warga mulai menipis terhadap janji-janji tanpa realisasi dari pihak terkait.

Warga berharap aksi ini dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera mengalokasikan anggaran dan program perbaikan jangka panjang.

Infrastruktur jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari hak dasar masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik yang layak.

Pemerintah diharapkan dapat merespons dengan cepat dan transparan, serta memberikan rencana konkret terkait perbaikan Jalan Raya Ciherang–Ciapus.

BACA JUGA :  Perbaikan Jalan Karehkel Bogor Dimulai, Warga Berharap Keselamatan Pengendara Meningkat

Dengan kondisi jalan yang membaik, diharapkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat kembali normal dan aman sepanjang tahun 2026.