Eventbogor.com – Jembatan penghubung di Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan mengkhawatirkan warga.

Infrastruktur ini menjadi akses vital bagi ratusan kepala keluarga untuk menjangkau sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan di wilayah sekitar.

Kerusakan parah terjadi pada bagian kayu penopang yang sudah lapuk, besi penyangga yang berkarat, serta lantai jembatan yang bergoyang saat dilalui.

Kondisi tersebut membuat pengguna jembatan, termasuk pelajar dan pekerja, merasa waspada setiap kali melintas.

Jembatan Cintamanik merupakan satu-satunya jalur utama yang menghubungkan masyarakat dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di luar desa.

Apabila jembatan ini ambruk, warga khawatir akan terisolasi secara total dari akses dasar seperti pendidikan dan layanan kesehatan.

Kepala Desa Cintamanik, Jamaludin, menyatakan bahwa kerusakan jembatan telah berlangsung lama dan terus memburuk dari waktu ke waktu.

Ia menekankan bahwa pihak desa sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme resmi.

Koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak kecamatan dan unit pelaksana teknis (UPT) terkait untuk percepatan penanganan.

Namun hingga kini, belum ada realisasi perbaikan signifikan dari pihak terkait.

“Apa harus menunggu jembatan rubuh dulu baru diperbaiki?” ucapnya dengan nada prihatin.

Pernyataan tersebut mencerminkan frustrasi masyarakat yang sudah lama menanti respons konkret dari pemerintah.

Warga berharap perbaikan jembatan dapat segera dimasukkan dalam program pembangunan tahunan melalui APBD Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  PTPN IV Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Cigudeg Bogor

Beberapa warga menyarankan agar pemerintah menerapkan solusi permanen seperti program jembatan rawayan yang telah berhasil di wilayah lain.

Jembatan rawayan dinilai lebih tahan lama dan mampu menopang beban berat, cocok untuk daerah terpencil seperti Cintamanik.

Pemerintah Kabupaten Bogor kini menjadi harapan utama bagi masyarakat untuk segera mengambil langkah cepat dan nyata.

Intervensi segera sangat dibutuhkan mengingat kondisi jembatan yang semakin kritis di tahun 2026.

Keterlambatan perbaikan bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berdampak pada perekonomian lokal dan mobilitas sosial warga.

Dengan akses yang terganggu, aktivitas pertanian, perdagangan kecil, dan kehadiran anak sekolah bisa menurun drastis.

Perhatian terhadap infrastruktur pedesaan seperti jembatan Cintamanik menjadi cermin komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan.

Warga Desa Cintamanik berharap tidak lagi dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian dan risiko yang terus mengintai setiap hari.