Eventbogor.com – Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat pembangunan flyover Bojonggede–Kemang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Proyek ini tidak hanya fokus pada aspek infrastruktur, tetapi juga mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal, menjadikannya sebagai contoh pembangunan berkelanjutan di tahun 2026.
Flyover Bojonggede–Kemang menjadi salah satu proyek strategis yang masuk dalam prioritas pengembangan transportasi Kabupaten Bogor, dengan harapan dapat menekan kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas warga.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Pendekatan holistik ini mencakup mitigasi dampak lingkungan, seperti penghijauan di sekitar jalur flyover dan pengelolaan drainase yang efisien untuk mencegah banjir.
Selain itu, Pemkab Bogor juga merancang program pelatihan dan peluang usaha bagi warga sekitar, terutama dalam sektor jasa dan UMKM, agar dapat memanfaatkan aksesibilitas baru pasca pembangunan.
Rudy Susmanto menyatakan bahwa kolaborasi antar dinas terkait dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Pihaknya juga membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pembangunan.
Progres proyek flyover Bojonggede–Kemang saat ini sedang dalam tahap finalisasi studi kelayakan dan desain teknis, dengan target peletakan batu pertama pada kuartal ketiga tahun 2026.
Infrastruktur ini diharapkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2027, mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup warga Bogor selatan.
Pemerintah setempat juga mempertimbangkan integrasi dengan moda transportasi publik, seperti angkutan massal berbasis koridor, untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Dengan pendekatan yang menggabungkan infrastruktur, lingkungan, dan ekonomi, Pemkab Bogor menargetkan flyover ini menjadi model pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.
