Eventbogor.com –

Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan masyarakat, khususnya di kawasan Cibatok, Cikampak, dan Cemplang.

Infrastruktur jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pada Jumat, 5 Juni 2026, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor menggelar aksi demonstrasi di Kantor UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah IV Kabupaten Bogor.

Aksi ini merupakan bentuk respons langsung terhadap keluhan masyarakat yang telah lama memendam kekecewaan atas minimnya penanganan infrastruktur di wilayah mereka.

Sebanyak 300 peserta terlibat dalam aksi tersebut, yang dimulai dari Sekretariat PMII INAIS Bogor sebelum bergerak menuju lokasi aksi.

Mereka menuntut pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam menangani kerusakan jalan yang telah berlangsung lama.

Koordinator Lapangan Aksi, Agus Indra Permana, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Kami datang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kenyamanan warga, ujar Agus Indra Permana saat menggelar aksi di Kantor UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah IV Kabupaten Bogor.

Mahasiswa menilai bahwa kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah telah mengganggu aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan warga setempat.

BACA JUGA :  Jalan Ciherang–Ciapus Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan Segera

Terlebih, banyak pengendara sepeda motor dan angkutan umum yang setiap hari melintasi jalur tersebut, sehingga risiko kecelakaan sangat tinggi.

Salah satu tuntutan utama dalam aksi ini adalah agar UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan rusak di Cibatok, Cikampak, dan Cemplang.

Langkah ini dianggap penting untuk memastikan data kerusakan akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan perbaikan yang efektif.

Selain itu, mahasiswa mendesak adanya penanganan darurat seperti penambalan sementara di titik-titik rawan kecelakaan.

Tindakan cepat ini dinilai krusial untuk mencegah korban jiwa dan kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas.

PMII INAIS Bogor juga menuntut komitmen pemerintah terhadap perbaikan permanen jalan di wilayah tersebut.

Mereka meminta agar pemerintah menyusun rencana perbaikan yang transparan, dilengkapi dengan jadwal pelaksanaan yang jelas.

Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum dan rasa aman dalam beraktivitas sehari-hari.

Sebagai bentuk ketaatan terhadap hukum, pihak PMII INAIS Bogor telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Polsek Ciampea sebelum pelaksanaan aksi.

Koordinasi ini memastikan aksi berjalan tertib, aman, dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Pihak kepolisian turut memfasilitasi jalannya demonstrasi agar tidak mengganggu ketertiban umum.

Melalui aksi ini, mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat.

Perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan dan pemerataan pembangunan.

BACA JUGA :  Hijaukan Bogor: Bupati Rudy Susmanto Gandeng Rumpin Central Nursery, Apa Dampaknya?

PMII INAIS Bogor menyatakan kesiapan untuk terus mengawal tuntutan ini hingga terealisasi secara nyata di lapangan.