Eventbogor.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah strategis dalam melindungi para pelaku usaha di sektor perikanan dengan mendaftarkan 300 orang ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemkab Bandung dalam memberikan jaminan sosial dan perlindungan ketenagakerjaan kepada pekerja informal yang selama ini rentan terhadap risiko sosial dan ekonomi.
Pendaftaran dilakukan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung, yang secara aktif mengidentifikasi dan mengverifikasi para pelaku usaha perikanan di wilayah tersebut.
Program [Masukkan Keyword Utama] ini mencakup perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, dan juga jaminan hari tua, sehingga memberikan rasa aman dan kesejahteraan jangka panjang bagi para peserta.
Menurut Kepala Dispakan Kabupaten Bandung, Asep Supriatna, para pelaku usaha perikanan seperti pembudidaya ikan, nelayan, dan pengolah hasil perikanan kerap bekerja tanpa jaminan sosial yang memadai.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka yang berkontribusi dalam ketahanan pangan dan perekonomian daerah juga mendapatkan perlindungan yang layak,” ujarnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya perlindungan ini, para pelaku usaha perikanan dapat bekerja lebih tenang dan fokus dalam mengembangkan usahanya.
Kolaborasi antara Pemkab Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi contoh nyata sinergi pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem perlindungan sosial yang inklusif.
Pendaftaran massal ini merupakan bagian dari program nasional pemerintah untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja sektor informal yang jumlahnya terus bertambah.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyambut baik inisiatif Pemkab Bandung dan siap mendukung penuh pelaksanaan program [Masukkan Keyword Utama] di sektor lainnya.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Jawa Barat dalam melindungi pekerja non-formal di berbagai sektor ekonomi.
Ke depan, Pemkab Bandung berencana menambah jumlah peserta dari sektor pertanian dan industri rumahan agar cakupan perlindungan sosial semakin luas.
Dengan demikian, tujuan untuk menciptakan masyarakat yang produktif, aman, dan sejahtera dapat tercapai secara bertahap.
