Eventbogor.com – Lampu Penerangan Jalan Umum di sepanjang ruas Jalan Nasional Jasinga–Cigelung dikabarkan banyak yang mati dan rusak.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah titik jalan menjadi gelap gulita saat malam hari, menimbulkan keluhan dari pengguna jalan yang rutin melintas di jalur tersebut.

Minimnya penerangan di jalan nasional ini berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Selain meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, kondisi gelap juga dikhawatirkan memicu tindak kriminal seperti pencurian dan pembegalan.

Perbaikan PJU menjadi urgensi yang tidak bisa ditunda mengingat jalur ini merupakan akses penting antarwilayah.

Infrastruktur penerangan yang andal sangat dibutuhkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Jasinga, Ama Dery, mendesak instansi terkait segera mengambil tindakan.

Dia menekankan bahwa pihak berwenang harus proaktif memperbaiki PJU sebelum terjadi korban.

“Mereka harus bertanggung jawab untuk memperbaiki PJU. Jangan sampai baru ada korban kemudian bertindak atau melakukan evaluasi,” ujar Dery saat dikonfirmasi, Kamis (14/5).

Menurut Dery, masalah penerangan di jalur ini bukan isu baru dan telah lama dikeluhkan masyarakat.

Terutama di kawasan perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak, penerangan sangat minim.

Titik gelap teridentifikasi mulai dari Lebak Panjang, simpang Curug, hingga menuju Kantor Desa Wirajaya.

Pencahayaan di sepanjang jalan dinilai tidak merata, dengan kondisi lampu menyala di satu titik lalu padam di titik berikutnya.

BACA JUGA :  Padamnya PJU di Bogor Barat Akibat Tunggakan BPTJ ke PLN, LSM Desak Pelayanan Segera Diperbaiki

“Kalau melintas malam hari sangat terasa. Ada titik yang terang, lalu kembali gelap gulita. Bahkan ada juga lampu yang menyala tetapi pencahayaannya sangat minim,” katanya.

Dery juga mengkritik ketimpangan pembangunan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan perbatasan.

Menurutnya, kawasan pusat pemerintahan mendapatkan penerangan lebih baik dibanding daerah pinggiran.

Padahal, masyarakat di wilayah perbatasan juga memiliki hak yang sama sebagai warga negara.

“Padahal kedudukan masyarakat itu sama. Sama-sama warga negara dan sama-sama membayar pajak,” tegasnya.

KNPI Jasinga meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi PJU.

Perbaikan sistematis dan berkelanjutan diperlukan agar fasilitas penerangan dapat berfungsi optimal.

Komitmen terhadap keselamatan publik harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya respons setelah terjadi insiden.

Keberadaan PJU yang berfungsi baik juga mendukung mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan tersebut.

Dengan perbaikan infrastruktur ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat di perbatasan dapat meningkat di tahun 2026 dan seterusnya.