EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan banjir. Minggu, 8 Maret 2026, bukan hanya menjadi hari yang basah karena hujan, tapi juga membuat 17 rute Transjakarta harus menyesuaikan diri. Bayangkan, rutinitas perjalanan Anda terganggu, rencana jadi berantakan. Apa saja yang perlu Anda tahu?
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Banjir di Jakarta bukan lagi kejutan, melainkan siklus yang nyaris rutin. Setiap kali hujan deras mengguyur, transportasi publik jadi taruhannya. Penyesuaian layanan Transjakarta ini bukan hanya soal keterlambatan atau rute yang berubah, tapi juga tentang keselamatan dan kenyamanan ribuan penumpang. Informasi ini krusial agar Anda bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik, menghindari potensi terjebak macet, atau bahkan tidak jadi berangkat sama sekali.
Rute Mana Saja yang Terkena Dampak?
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengumumkan penyesuaian layanan untuk 17 rute. Ini berarti ada perubahan, pengalihan, bahkan penghentian operasional sementara. Mari kita bedah lebih detail:
Layanan BRT (5 Rute)
Koridor-koridor utama yang melayani rute-rute strategis juga terkena imbas. Misalnya, Koridor 2A (Pulogadung 1 – Rawa Buaya) diperpendek karena banjir. Koridor 3 (Kalideres – Monas) juga bernasib sama. Bayangkan, Anda harus turun sebelum tiba di tujuan, atau mencari alternatif transportasi lain. Koridor 6 (Ragunan – Galunggung) dan Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit) mengalami pengalihan jalur. Sementara itu, Koridor 13E (Puribeta – Kuningan) juga ikut menyesuaikan diri.
Layanan Mikrotrans (10 Rute)
Untuk layanan Mikrotrans, kabar buruknya adalah penghentian operasional pada rute JAK.04 (Grogol – Jembatan Dua) dan JAK.30 (Meruya – Citraland). Artinya, jika Anda biasa menggunakan rute ini, Anda harus mencari opsi lain. Mungkin ojek online, taksi, atau bahkan berjalan kaki jika memungkinkan.