EventBogor.com – Sabtu pagi yang seharusnya cerah di tepi Kali Cisadane, berubah menjadi duka mendalam. Seorang balita berusia 4 tahun, ADNH, ditemukan tak bernyawa oleh warga yang sedang mencari rongsokan di Kampung Keramat, Ciseeng, Kabupaten Bogor. Penemuan ini mengukir luka mendalam, mengingatkan kita akan rapuhnya kehidupan dan bahaya yang mengintai, bahkan di lingkungan sekitar kita.
Bayangkan sejenak, Anda adalah warga yang menemukan jasad mungil itu. Dunia seakan berhenti berputar, menyaksikan tragedi yang tak seharusnya terjadi. Rasa kaget, sedih, dan iba bercampur menjadi satu. Kabar duka ini menyebar cepat, menyentuh hati banyak orang dan menggugah kesadaran akan pentingnya kewaspadaan.
Kronologi: Hilang Saat Hujan, Ditemukan di Cisadane
Tragedi ini bermula ketika ADNH dilaporkan hilang pada Kamis, 15 Mei 2025, saat sedang bermain hujan di dekat saluran drainase di Perum Alam Tirta Lestari, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas. Menurut keterangan Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, korban dinyatakan hilang sekitar pukul 17.20 WIB. Dugaan kuat, anak tersebut terseret arus deras. Pencarian dilakukan, namun nasib berkata lain.
Dua hari berselang, Sabtu pagi, mimpi buruk itu menjadi kenyataan. Jasad ADNH ditemukan mengapung di Kali Cisadane, jauh dari lokasi awal hilangnya. Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan kondisi jenazah, korban diduga meninggal dunia karena tenggelam dan terbawa arus sungai. Proses identifikasi dan evakuasi dilakukan dengan cepat, namun kesedihan tak terhindarkan.