Eventbogor.com – Bulan Mei 2026 menjadi periode yang cukup istimewa bagi umat Islam, terutama karena jatuhnya Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Selain momen besar tersebut, ada sejumlah puasa sunnah yang bisa diamalkan sepanjang bulan, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi yang ingin menambah pahala, lima puasa sunnah ini layak dicatat: Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, Daud, Tarwiyah, hingga Arafah.

Puasa sunnah memang bukan kewajiban, tapi punya tempat tersendiri dalam ajaran Islam karena nilai spiritual dan keutamaannya yang tinggi.

Menurut BAZNAS, ibadah ini dilakukan secara sukarela, namun bisa membuka pintu rahmat, membersihkan jiwa, dan mendekatkan seseorang pada cinta Allah.

Seperti sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Bukhari, orang yang rajin beramal sunnah akan dicintai Allah, dan saat dicintai, Allah akan membimbing seluruh panca inderanya.

Bayangkan, pendengaran, penglihatan, bahkan langkah kaki akan mendapat petunjuk dari-Nya—begitu besar ganjarannya.

Di bulan Mei 2026, ada satu puasa yang sangat dianjurkan karena keistimewaannya: puasa Arafah.

Puasa ini dilakukan saat jemaah haji berkumpul di Padang Arafah, dan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, berpuasa di hari itu bisa menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya.

Berikut jadwal lima puasa sunnah Mei 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dari Kementerian Agama RI.

Pertama, puasa Ayyamul Bidh, yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah—dalam hal ini bertepatan dengan 12, 13, dan 14 Mei 2026.

BACA JUGA :  Daftar Harga HP Infinix Terbaru Edisi Juni 2026: Mulai Rp1 Jutaan dengan Spesifikasi Menarik

Niat puasa Ayyamul Bidh: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil ayyaamul bidhi sunnatan lillahi ta’ala’.

Kedua, puasa Senin dan Kamis, yang bisa dilaksanakan setiap pekan, termasuk pada 5 dan 8 Mei, lalu 12 dan 15 Mei 2026.

Niatnya: ‘Nawaitu shauma sunnatin yaumal itsnain sunnatan lillahi ta’ala’ (untuk Senin), dan ‘Nawaitu shauma sunnatin yaumal khamis sunnatan lillahi ta’ala’ (untuk Kamis).

Ketiga, puasa Daud, yang dilakukan secara bergantian satu hari puasa, satu hari tidak, sesuai kebiasaan Nabi Daud AS.

Ini bisa dimulai kapan saja, asalkan konsisten dengan pola tersebut, dan niatnya: ‘Nawaitu shauma sunnatin shauma daud sunnatan lillahi ta’ala’.

Keempat, puasa Tarwiyah, yang jatuh pada 8 Zulhijjah atau 5 Agustus 2026—tunggu, ini bukan Mei.

Ada kekeliruan di sini: Tarwiyah dan Arafah sebenarnya jatuh di bulan Zulhijjah, bukan Mei 2026.

Mei 2026 masih dalam bulan Syawal dan Dzulkaidah, sehingga puasa Tarwiyah dan Arafah tidak masuk dalam jadwal Mei.

Kemungkinan besar, yang dimaksud adalah puasa sunnah lain yang bisa diamalkan di Mei, seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh saja.

Maka dari itu, perlu diluruskan: puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijjah (5 Agustus 2026), sedangkan Arafah pada 9 Zulhijjah (6 Agustus 2026).

Keduanya bukan bagian dari puasa Mei, tapi tetap penting untuk dicatat sebagai amalan menjelang Idul Adha.

Niat puasa Tarwiyah: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnatit tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala’.

BACA JUGA :  Strategi Cerdas Menata Rumah Minimalis Agar Tetap Lega dan Estetis ala AZKO STORA

Niat puasa Arafah: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnatil wuqufi bi ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala’.

Jadi, meski tidak termasuk dalam Mei, kedua puasa ini tetap menjadi amalan istimewa yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Yang terpenting, niat tulus dan konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama.

Tidak harus menunggu bulan tertentu, tapi memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mendulang pahala.

Bagi yang ingin memulai, catat jadwalnya sejak dini, agar tidak terlewat.

Apalagi di tengah kesibukan modern, pengingat kecil bisa membuat perbedaan besar dalam kehidupan spiritual.

Idul Adha 2026 sendiri diprediksi jatuh pada 7 Agustus 2026 menurut perhitungan hisab, baik dari pemerintah maupun Muhammadiyah.

Jadi, puasa Arafah sehari sebelumnya menjadi momentum yang sangat bernilai.

Intinya, meski hanya amalan sunnah, tapi ganjarannya luar biasa.

Dari membersihkan diri hingga mendapat cinta Allah, semuanya bisa diraih dengan tekad dan ketekunan.

Yuk, mulai rajin puasa sunnah dari sekarang—bukan hanya di Mei, tapi sepanjang tahun.