Eventbogor.com – Berkurban bukan cuma ritual tahunan yang selalu ramai jelang Idul Adha, tapi punya makna mendalam yang menyentuh sisi spiritual dan sosial sekaligus.
Setiap 10 Dzulhijjah, umat Islam dari berbagai penjuru dunia bersiap menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan dan pengorbanan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS.
Bagi banyak orang, berkurban juga jadi momentum untuk memperkuat rasa empati, sekaligus memperdalam ikatan dengan sesama lewat pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan.
Pertanyaan yang sering muncul di benak banyak orang: sebesar apa sih pahala dari ibadah yang satu ini?
Buya Yahya, salah satu ulama yang dikenal dengan penjelasan ceramahnya yang lugas, pernah membahas hal tersebut dalam salah satu tayangan di kanal YouTube Al Bahjah.
Menurutnya, ada dua amalan khusus yang hanya muncul di bulan Dzulhijjah dan punya nilai pahala yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Yang pertama adalah ibadah haji, rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh Muslim yang mampu, baik dari segi finansial, fisik, maupun mental.
Yang kedua adalah berkurban, ibadah yang bisa diakses hampir semua Muslim, meskipun belum mampu menunaikan haji.
Buya Yahya menekankan bahwa pahala berkurban tidak bisa disamakan dengan sedekah biasa, meski sedekah juga punya keutamaan besar.
“Kurban itu agung,” tegasnya, menegaskan bahwa nilai spiritualnya jauh di atas amalan lain yang serupa.
Beliau bahkan memberi perbandingan: menyembelih kambing untuk dibagikan kepada fakir miskin di hari biasa sudah mendapat pahala besar.
Namun, jika penyembelihan itu dilakukan tepat pada masa Idul Adha atau di bulan haji, pahalanya melonjak jauh, bahkan tak bisa dibandingkan.
“Nggak bisa dibandingkan,” ulang Buya Yahya, menekankan betapa istimewanya waktu dan konteks dari ibadah kurban.
Karena itu, ia mengajak semua umat Muslim yang mampu untuk tak melewatkan kesempatan ini.
Bahkan bagi yang belum bisa pergi haji, berkurban jadi jalan alternatif untuk meraih ganjaran besar di bulan yang dimuliakan.
Tidak hanya soal pahala, berkurban juga mengandung nilai pendidikan, sosial, dan kebersamaan yang kuat.
Ini soal ketaatan, tapi juga soal berbagi—dua nilai yang sangat dibutuhkan di tengah dinamika kehidupan saat ini.
Jadi, bagi yang bertanya apakah berkurban wajib atau sunnah, jawabannya memang sunnah muakkad, tapi dampaknya terasa jauh melampaui sekadar kewajiban formal.
Bagi yang ingin menambah keberkahan di bulan haji, berkurban jadi salah satu pintu yang paling terbuka lebar.
