Eventbogor.com – Penerangan jalan umum di Bogor Barat kini menjadi sorotan publik setelah ratusan tiang lampu tidak berfungsi akibat pemutusan aliran listrik oleh PLN.

Penyebab utama padamnya lampu jalan ini adalah tunggakan pembayaran yang belum diselesaikan oleh pihak terkait.

Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan vital di wilayah Bogor Barat gelap gulita pada malam hari, membahayakan pengguna jalan.

Wilayah yang terdampak mencakup Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, hingga Tenjo.

Ribuan warga setiap hari melintasi jalur tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.

Padamnya penerangan jalan umum bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan keamanan masyarakat.

Minimnya cahaya di malam hari meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Selain itu, kondisi gelap juga memicu kekhawatiran akan potensi tindak kriminalitas seperti pencurian dan perampokan.

Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan dinilai tidak mendapat respons cepat dari pemerintah daerah.

Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, menegaskan bahwa pemerintah harus segera bertindak sebelum terjadi korban jiwa.

Menurutnya, jalur Jasinga–Cigelung menjadi salah satu titik yang paling memprihatinkan karena hampir tidak ada penerangan sama sekali.

“Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak,” ujarnya pada Minggu, 17 Mei.

Suaranya diamini oleh aktivis masyarakat seperti Bram Suryadi dan Ilyas Sunarya yang menyoroti pengelolaan anggaran publik.

BACA JUGA :  Lampu Jalan Mati di Bogor Barat, Pengguna Jalan Terancam Bahaya

Mereka mempertanyakan efektivitas penggunaan dana dari APBN dan APBD yang seharusnya bisa menjamin operasional PJU.

Menurut mereka, pembangunan infrastruktur tidak akan berarti jika pemeliharaan dan operasionalnya diabaikan.

Beberapa titik kritis yang dilaporkan warga antara lain Lebak Panjang, yang menghubungkan Bogor dan Lebak.

Selain itu, kawasan Simpang Curug dan Desa Wirajaya di Jasinga juga menjadi perhatian karena minim penerangan.

Jalan Ace Tabrani di Nanggung serta jalur penghubung Cigudeg menuju Sukajaya turut masuk dalam daftar lokasi rawan.

Masyarakat berharap pemerintah segera menyelesaikan tunggakan listrik dan memastikan PJU kembali menyala secara menyeluruh.

Langkah jangka panjang juga diperlukan, seperti sistem pembayaran rutin dan pemantauan operasional PJU secara berkala.

Keberlangsungan penerangan jalan harus menjadi prioritas, mengingat fungsinya yang vital bagi mobilitas dan keamanan publik.

Pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif dalam mengantisipasi persoalan seperti ini di tahun 2026 dan seterusnya.

Kolaborasi antara PLN, Dinas PUPR, dan instansi terkait sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Komitmen terhadap pelayanan publik harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar program yang tidak terealisasi.

Masyarakat tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian dan risiko hanya karena persoalan administrasi dan anggaran.

Keberadaan PJU yang berfungsi optimal adalah hak dasar pengguna jalan dan bagian dari kewajiban negara.

Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar Bogor Barat tidak lagi dikenal sebagai kawasan gelap di malam hari.

BACA JUGA :  Bandara Soetta Gempar! Polisi Gagalkan Penyelundupan 37 Ribu Benih Lobster Ilegal