Eventbogor.com – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II hingga kuartal III 2028.

Proyek tersebut akan segera masuk tahap pembangunan fisik, setelah prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (17/9).

Senior Vice President Stakeholder Relation Danantara, Dede Firmansyah mengatakan, pembangunan PSEL Galuga akan dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi setelah groundbreaking dilakukan.

“Dioperasionalkan nanti di kuartal II, kuartal III 2028,” kata Dede Firmansyah.

Menurut Dede, penyediaan mesin dan kebutuhan teknologi PSEL akan menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC) yang mengerjakan proyek tersebut.

Salah satu teknologi utama yang akan digunakan adalah insinerator, teknologi tersebut berasal dari China dan akan menjadi bagian penting dalam proses pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Dede menyebut teknologi insinerator yang digunakan bukan teknologi baru. Teknologi serupa telah diterapkan di berbagai negara untuk menangani persoalan sampah, termasuk di China dan sejumlah negara di Eropa.

Olah Sampah Baru Setiap Hari

PSEL Galuga nantinya akan memproses sampah baru atau fresh waste, yang dihasilkan setiap hari dari wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Untuk menjaga operasional fasilitas, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor memiliki kewajiban menyediakan pasokan sampah sekitar 2.000 ton per hari.

BACA JUGA :  Napak Tilas Sejarah di HJB ke-544: Dari Jasinga ke Malasari untuk Menghidupkan Kembali Akar Bogor

Sampah yang terkumpul tersebut, akan menjadi bahan baku utama bagi fasilitas PSEL untuk diolah menjadi energi listrik.

Dengan target operasi pada kuartal II hingga kuartal III 2028, pembangunan PSEL Galuga diharapkan menjadi salah satu bagian dari upaya pengelolaan volume sampah yang dihasilkan 2 wilayah tersebut.