EventBogor.com – Aroma khas Ramadan mulai tercium. Bukan hanya bedug dan takbir, tapi juga peningkatan kebutuhan bahan pokok, terutama telur. Kabar baiknya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta memastikan stok telur aman meski permintaan melonjak hingga 17,20% menjelang puasa. Tapi, benarkah demikian? Mari kita bedah lebih dalam.

Mengapa Telur Jadi Primadona?

Bayangkan Anda baru saja selesai belanja kebutuhan pokok. Keranjang Anda penuh, tapi ada satu item yang tak boleh ketinggalan: telur. Mengapa? Telur adalah sahabat bagi banyak keluarga. Mudah diolah, bergizi, dan harganya relatif terjangkau. Tak heran, menjelang Ramadan, saat aktivitas memasak meningkat drastis, telur menjadi bintang utama di dapur.

Kenaikan permintaan 17,20% ini bukan angka main-main. Ini sinyal kuat bahwa masyarakat Jakarta bersiap menyambut bulan suci dengan penuh semangat. Kebutuhan akan telur untuk menu sahur, berbuka, hingga hidangan lebaran, memang tak bisa dielakkan.

Stok Aman, Tapi Bagaimana dengan Harga?

Sekda DKI Jakarta, Uus Kuswanto, telah memberikan angin segar. Stok telur di Jakarta disebut mencapai 5,5 ton. Angka yang cukup besar, setidaknya di atas kertas. Tapi, jangan buru-buru merasa tenang. Ketersediaan stok hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya adalah harga.

BACA JUGA :  Bogor Bergerak: Parkir Stadion Pakansari Ditertibkan, Tarif Rp50 Ribu Jadi Sejarah?