Eventbogor.com –

Kondisi Jalan Raya Cikampak–Bojong Rangkas di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, kian memprihatinkan pada tahun 2026.

Sebagai salah satu jalur penghubung utama antarwilayah, kerusakan parah yang terjadi membuat akses kendaraan roda empat terputus total.

Kerusakan ini dipicu oleh longsor besar yang terjadi sejak tiga tahun lalu dan kembali meluas pada November 2025.

Perbaikan jalan Cikampak–Bojong Rangkas menjadi isu krusial mengingat dampaknya yang luas terhadap mobilitas, ekonomi, dan pelayanan publik di wilayah Bogor Barat.

Integrasi kata kunci [perbaikan jalan Cikampak–Bojong Rangkas] secara alami dalam konten ini mendukung visibilitas pencarian digital terkait kondisi infrastruktur terkini.

Pantauan lapangan menunjukkan lebar jalan yang tersisa kini hanya sekitar dua meter.

Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara sepeda motor masih bisa melewati jalur sempit dengan hati-hati.

Pengendara mobil terpaksa menggunakan jalan alternatif melalui perumahan dan jalur desa yang juga sempit dan belum tentu layak.

Rute pengalihan ini menambah waktu tempuh dan berdampak langsung pada aktivitas harian warga setempat.

Penyebab Kerusakan dan Keterlambatan Perbaikan

Longsor pertama kali terjadi pada tahun 2023 dan belum ditangani secara tuntas.

Rencana perbaikan melalui proyek pembangunan turap dengan anggaran awal sekitar Rp3 miliar mengalami pemangkasan.

Akibat kebijakan efisiensi anggaran, realisasi dana hanya mencapai Rp1,7 miliar, sehingga pekerjaan terhenti di tengah jalan.

BACA JUGA :  Bekasi Darurat Banjir? DPRD Desak Rencana Drainase 'Turun Gunung' Sampai Kelurahan

Kondisi ini membuat struktur tanah tidak stabil dan rentan terhadap longsor susulan.

Longsor kedua yang terjadi pada November 2025 memperparah kerusakan jalan dan menghancurkan sisa proyek turap yang belum selesai.

Infrastruktur jalan yang rapuh kini berisiko tinggi jika dipaksakan untuk dilewati kendaraan besar.

Peringatan dari DPRD Kabupaten Bogor

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Hasani, menyampaikan peringatan keras terkait keselamatan pengguna jalan.

Ia menegaskan bahwa membuka akses bagi mobil tanpa perbaikan menyeluruh sangat berbahaya.

Potensi longsor susulan masih sangat tinggi dan dapat membahayakan jiwa pengguna jalan.

“Kalau dipaksakan dilalui mobil, sangat berbahaya. Potensi longsor masih ada dan bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera menuntaskan proyek turap dan memastikan struktur jalan benar-benar aman sebelum dibuka kembali.

Keluhan Warga dan Dampak Sosial Ekonomi

Warga setempat, termasuk aktivis Bogor Barat Furkon, mengungkapkan kekecewaan atas ketidakpedulian pemerintah selama bertahun-tahun.

Menurutnya, kerusakan kecil di masa lalu dibiarkan hingga berkembang menjadi bencana besar.

“Jalan di Cikampak ti jaman Ibu Ade Yasin, nepi ka ayeuna longsor leutik jadi longsor gede, nepi ka ayeuna teu dibenerkeun,” ujarnya dalam bahasa Sunda, Selasa (14/4).

Perkembangan kerusakan ini menunjukkan kegagalan dalam penanganan infrastruktur secara preventif.

Dampaknya kini dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Distribusi logistik terganggu, termasuk pasokan bahan bakar ke SPBU dan SPBG di sekitar wilayah.

BACA JUGA :  Jembatan Penghubung di Cintamanik Cigudeg Rusak Parah, Warga Khawatir Terisolasi

Biaya transportasi meningkat karena pengemudi harus menempuh rute lebih jauh melalui jalur alternatif.

Pelajar dan pekerja mengalami keterlambatan dalam beraktivitas akibat waktu tempuh yang lebih lama.

Akses ke fasilitas kesehatan juga menjadi terhambat, terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan respon cepat.

Kondisi ini membahayakan nyawa jika ambulans atau kendaraan darurat tidak bisa melintas dengan lancar.

Perbaikan jalan Cikampak–Bojong Rangkas bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keselamatan dan hak dasar masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menuntaskan proyek yang tertunda.

Transparansi anggaran dan komitmen politik menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan akses vital ini.

Dengan kondisi yang memburuk setiap tahun, aksi cepat sangat dibutuhkan demi kesejahteraan dan keselamatan warga Bogor Barat.