Eventbogor.com – Jembatan penghubung di Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan mengkhawatirkan warga.

Infrastruktur ini menjadi akses utama bagi ratusan kepala keluarga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, bersekolah, dan mengakses pasar serta layanan kesehatan.

Kerusakan struktural yang terjadi pada jembatan, seperti kayu penopang yang lapuk, besi yang berkarat, serta lantai yang bergoyang, membuat pengguna merasa tidak aman saat melintas.

Warga khawatir jembatan bisa ambruk sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan ketika beban air dan arus sungai meningkat.

Kepala Desa Cintamanik, Jamaludin, menyampaikan bahwa kerusakan jembatan telah berlangsung lama dan kondisinya terus memburuk dari waktu ke waktu.

Ia menegaskan bahwa pihak desa telah berkali-kali mengajukan usulan perbaikan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme resmi.

“Apa harus menunggu jembatan rubuh dulu baru diperbaiki?” tanyanya dengan nada prihatin.

Jamaludin juga mengungkapkan bahwa pihak desa telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan unit pelaksana teknis (UPT) untuk mendorong penanganan segera.

Ia berharap perbaikan jembatan bisa dimasukkan ke dalam program pembangunan tahunan melalui APBD Kabupaten Bogor.

Warga setempat mengaku hidup dalam ketegangan, karena jika jembatan benar-benar ambruk, mereka akan kehilangan akses vital ke berbagai fasilitas publik.

“Kalau jembatan ini ambruk, kami benar-benar terisolasi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Desa Cintamanik dengan wilayah lain di luar desa.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Rp 5 Miliar untuk Perbaiki Jembatan Leuwiranji — Apa Kabar Warga Rumpin?

Putusnya akses ini dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian lokal, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas pelajar.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil langkah konkret dengan membangun jembatan permanen yang lebih kokoh.

Mereka menilai program jembatan rawayan yang telah sukses diterapkan di beberapa wilayah lain di Kabupaten Bogor bisa menjadi solusi tepat.

Program tersebut dinilai efektif dalam menangani jembatan darurat dengan biaya terjangkau dan waktu pengerjaan yang relatif cepat.

Dengan kondisi jembatan saat ini, urgensi perbaikan bukan lagi sekadar kebutuhan infrastruktur, melainkan aspek keselamatan publik.

Warga berharap tahun 2026 menjadi tahun realisasi pembangunan jembatan baru, agar aktivitas harian bisa berjalan normal kembali.

Pemantauan kondisi jembatan secara berkala juga disarankan agar tidak terjadi insiden tak terduga.

Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, kecamatan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.

Kerusakan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Cintamanik menjadi cerminan tantangan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Bogor.

Pemerataan akses dan kualitas infrastruktur menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif.

Eventbogor.com akan terus memantau perkembangan penanganan jembatan Cintamanik dan menyampaikan update kepada pembaca.