Eventbogor.com – Banjir melanda kawasan Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, akibat hujan deras yang terjadi sejak Selasa (14/4).

Genangan air cukup tinggi merendam jalan utama dan deretan ruko, mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air dalam waktu singkat.

Air dengan cepat meluap dan menutup akses jalan utama yang menjadi jalur penting bagi warga dan pelaku usaha.

Banjir di Cibatok diduga kuat disebabkan oleh penyempitan saluran air akibat adanya bangunan liar di atas atau di sekitar drainase.

Kondisi ini memperparah aliran air yang seharusnya lancar menuju sungai atau penampungan.

Saluran yang awalnya dirancang untuk menampung limpasan hujan kini tidak berfungsi optimal karena terhambat struktur bangunan ilegal.

Hal ini menjadi faktor utama terjadinya banjir genangan meskipun hujan tidak berlangsung lebih dari beberapa jam.

Salah satu warga Cibatok menyampaikan keluhan terkait kondisi drainase yang tidak dikelola secara maksimal.

Salurannya sudah sempit, ditambah ada bangunan di atasnya, jadi air tidak lancar mengalir. Akibatnya langsung meluap ke jalan dan ruko.

Warga menilai, perlu ada penertiban tegas terhadap bangunan liar yang berdiri di lokasi strategis saluran air.

Selain mengganggu sistem drainase, keberadaan bangunan tersebut juga membahayakan keselamatan warga saat musim hujan.

BACA JUGA :  SDN Gunung Picung 4 Bogor: Belajar di Tengah Kerusakan, Dana CSR Menguap?

Dampak banjir tidak hanya terbatas pada kemacetan lalu lintas, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga setempat.

Banyak pelaku usaha terpaksa menghentikan operasional karena air masuk ke dalam ruko mereka.

Kerugian materi dan waktu menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang bergantung pada usaha harian.

Warga Cibatok mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi saluran air secara berkala.

Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah banjir susulan, terutama mengingat musim hujan masih berlangsung hingga awal 2026.

Selain normalisasi, penertiban bangunan liar di sepanjang saluran drainase menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

Upaya pencegahan dini dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketahanan lingkungan di kawasan rawan banjir.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya tata ruang yang tertib dan pengawasan ketat terhadap pembangunan di area resapan dan drainase.

Pemerintah diharapkan tidak hanya merespons saat banjir terjadi, tetapi juga proaktif dalam mitigasi bencana hidrometeorologi.

Kejadian serupa seperti ambruknya jembatan penghubung Desa Gobang–Rabak di Rumpin menjadi bukti bahwa infrastruktur rawan terdampak banjir jika tidak dikelola dengan baik.

Keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan warga bergantung pada kebijakan tata kelola kota dan desa yang berkelanjutan.

Pemkab Bogor perlu memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam pemantauan dan pelaporan potensi penyumbatan drainase.

Partisipasi publik dapat menjadi kunci dalam menjaga keberfungsian sistem pengelolaan air perkotaan dan perdesaan.

BACA JUGA :  Atap Runtuh di SMKN 1 Cileungsi: Bupati Bogor Pastikan Pemulihan Siswa Prioritas Utama

Eventbogor.com akan terus memantau perkembangan penanganan banjir di Cibatok dan upaya pemulihan yang dilakukan oleh pihak terkait.