Eventbogor.com – Penemuan jasad pria di area kebun jagung Kampung Cibedug Girang, Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, membuat geger warga setempat pada Jumat (17/4/2026).

Kejadian tersebut terjadi di wilayah yang masuk dalam kategori lokasi terpencil, menambah misteri terkait identitas dan penyebab kematian korban.

Jasad ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh seorang warga yang hendak beraktivitas di kebun miliknya.

Saat ditemukan, tubuh korban sebagian tertutup tanah, diduga karena terkena hujan deras pada malam sebelumnya yang menyebabkan longsor kecil di area tersebut.

Warga yang pertama kali melihat mengira gundukan tersebut hanya tumpukan tanah biasa.

Setelah diperiksa lebih dekat, ia menyadari bahwa itu adalah jenazah manusia dalam kondisi sudah tidak utuh.

“Awalnya dikira gundukan tanah biasa, tapi setelah diperiksa ternyata itu jasad manusia. Kami langsung lapor ke aparat,” ujar salah satu warga.

Berita penemuan ini cepat menyebar dan membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kejadian yang mengejutkan tersebut.

Kerumunan warga sempat terjadi, namun petugas Babinsa dan Binwil Satpol PP Kecamatan Sukaraja segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Mereka memasang garis polisi dan membatasi akses warga demi menjaga ketertiban serta memudahkan proses evakuasi.

“Petugas langsung datang ke lokasi untuk mengamankan area dan menunggu proses evakuasi lebih lanjut,” kata warga lainnya.

BACA JUGA :  Muscam KNPI Cigudeg: Harapan Baru Pemuda Bogor di Tengah Jerat Pengangguran

Evakuasi jasad dilakukan oleh tim gabungan bersama pihak kepolisian dari Polsek Sukaraja yang tiba setelah menerima laporan.

Korban diduga telah berada di lokasi selama beberapa hari, mengingat kondisi jenazah yang mulai membusuk.

Hingga kini, identitas korban belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan dokumen identitas di sekitar lokasi penemuan.

Tim forensik dari Polres Bogor telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan memastikan penyebab kematian.

Penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pemindaian sidik jari jika memungkinkan.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang jelas, namun penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit terdekat.

Warga sekitar menyatakan belum mengenali sosok korban, meskipun beberapa orang mencoba membantu mengidentifikasi melalui ciri-ciri fisik.

Pihak desa juga telah diminta membantu menyebarkan informasi untuk memastikan tidak ada warga hilang yang belum dilaporkan.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan setempat mengingat lokasi penemuan yang cukup terpencil dan minim pengawasan.

Camat Sukaraja menyatakan akan meningkatkan patroli malam dan koordinasi antarlini sektor untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan hal mencurigakan atau mengetahui informasi terkait korban.

Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya sistem pelaporan orang hilang yang lebih cepat dan terintegrasi di tingkat desa.

Upaya identifikasi masih terus dilakukan, sementara jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.

BACA JUGA :  HMPBU Desak Bupati Bogor Intervensi Polemik PT Beton Istimewa Usai Dugaan Intimidasi

Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait identitas dan penyebab kematian korban dalam waktu dekat.

Eventbogor.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru kepada pembaca.