Eventbogor.com – Pondok Pesantren Terpadu Daaruttaqwa Cibinong memasuki era baru dengan ditunjuknya KH Dr Ahmad Oking Setia Priatna, M.Ag sebagai pimpinan pesantren.
Keputusan ini dikeluarkan oleh Dewan Nazir Wakaf sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat tata kelola pendidikan berbasis wakaf di Bogor.
Pergantian kepemimpinan ini bukan hanya formalitas administratif, melainkan langkah penting dalam menjaga amanah wakaf sekaligus mendorong pengembangan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan.
Penunjukan KH Dr Ahmad Oking Setia Priatna dilakukan secara resmi oleh KH Moh Yusuf, S.Pd dan Ade Kosasih H, yang mewakili Dewan Nazir Wakaf.
Mereka menekankan bahwa kepemimpinan baru harus mampu menjawab tantangan zaman sambil tetap setia pada visi pendiri pesantren.
Menurut KH Moh Yusuf, amanah wakaf bukan hanya tanggung jawab kepada umat, tetapi juga merupakan janji suci di hadapan Allah.
Ia menilai bahwa KH Ahmad Oking memiliki kapasitas akademik dan pengalaman kepemimpinan yang memadai untuk membawa pesantren ke arah yang lebih produktif dan inovatif.
“Dengan latar belakang akademik dan pengalaman yang dimiliki, kami optimistis pesantren ini akan terus berkembang dan melahirkan generasi mutafaqqih fiddin yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya pada Jumat, 17 April 2026.
Ade Kosasih H menambahkan bahwa kolaborasi erat antara Dewan Nazir dan pimpinan operasional sangat penting untuk menjaga keberlangsungan misi pendidikan pesantren.
Menurutnya, pesantren harus tetap relevan di tengah perkembangan sistem pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat modern.
KH Dr Ahmad Oking Setia Priatna menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan PPT Daaruttaqwa sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Bogor.
Salah satu fokus utamanya adalah mengintegrasikan kurikulum kitab kuning dengan standar pendidikan nasional secara lebih sistematis.
Integrasi ini diharapkan mampu mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif di dunia profesional.
Selain itu, ia akan memfokuskan pada optimalisasi aset wakaf agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keberlangsungan pesantren.
Upaya ini mencakup pengelolaan lahan, sarana pendidikan, dan unit usaha berbasis wakaf yang produktif.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga pengajar, juga menjadi prioritas utama dalam agenda kepemimpinannya.
KH Ahmad Oking dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan Islam yang peduli terhadap pembinaan karakter santri secara holistik.
Keberadaannya diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dan memperkuat identitas keislaman serta kebangsaan di lingkungan pesantren.
Prosesi serah terima ditutup dengan doa bersama yang diikuti oleh para ulama, pengurus, santri, dan masyarakat sekitar.
Acara tersebut menjadi simbol awal dari babak baru perjalanan dakwah dan pendidikan di bawah naungan wakaf PPT Daaruttaqwa Cibinong.
Perubahan kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri, modern, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
