Eventbogor.com – PSGC Ciamis resmi menjalin kerja sama dengan Persib Bandung sebagai tim satelit untuk mengarungi kompetisi Liga Indonesia mulai musim depan.

Kemitraan ini menuai respons beragam dari suporter setia PSGC, terutama terkait pelestarian identitas klub lokal di tengah integrasi dengan klub besar.

Sejumlah suporter menegaskan syarat mutlak bahwa nama PSGC dan Stadion Galuh Ciamis harus tetap dipertahankan tanpa perubahan apa pun.

Mereka menilai, identitas lokal merupakan warisan budaya dan kebanggaan masyarakat Ciamis yang tidak boleh dikorbankan demi kolaborasi teknis atau manajerial.

Dukungan terhadap kerja sama ini ada, namun dengan catatan bahwa PSGC tetap eksis sebagai entitas mandiri dengan ciri khasnya sendiri.

Manajemen PSGC menyatakan komitmen untuk menjaga nama dan stadion sebagai bagian dari kesepakatan bersama dengan Persib.

Menurut mereka, kolaborasi ini justru dimaksudkan untuk memperkuat pembinaan pemain muda dari wilayah Priangan Timur melalui akses pelatihan dan fasilitas yang lebih baik.

Kerja sama mencakup peminjaman pemain, sharing pelatih, hingga pemanfaatan infrastruktur latihan milik Persib untuk keperluan pengembangan skuad PSGC.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dan daya saing PSGC di level nasional.

Salah satu perwakilan suporter, Dedi Kurnia, menyampaikan harapannya secara langsung.

Kami mendukung kolaborasi ini asalkan PSGC tetap menjadi PSGC.

Nama besar Galuh dan Stadion Galuh harus tetap hidup sebagai simbol kebanggaan masyarakat Ciamis, ujarnya dalam pertemuan informal dengan manajemen.

BACA JUGA :  Persib Tegas Tolak Suporter Persijap di GBLA demi Keamanan dan Kepatuhan Regulasi

Pihak manajemen menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk merubah branding atau lokasi kandang tim.

Stadion Galuh akan tetap menjadi homebase utama meskipun nantinya ada sesi latihan yang dilakukan di fasilitas Persib.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan PSSI dalam mendorong pembinaan sepak bola berjenjang melalui jejaring klub-klub lokal dengan tim profesional.

Kolaborasi PSGC-Persib diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.

Ke depan, program ini juga akan melibatkan komunitas sepak bola usia dini di Ciamis untuk menjaring bakat sejak usia muda.

Manajer tim Persib menyebut bahwa kemitraan ini bukan akuisisi, melainkan sinergi pengembangan.

Kami ingin menciptakan pipeline pemain dari Ciamis yang bisa tembus ke tim utama Persib, kata manajer tersebut.

Keputusan ini diambil setelah melalui kajian panjang terkait potensi wilayah, dukungan suporter, dan infrastruktur yang tersedia.

PSGC selama ini dikenal memiliki basis suporter yang solid meskipun berada di luar kota besar.

Dengan dukungan teknis dari Persib, diharapkan kualitas administrasi, pelatihan, dan manajemen pertandingan PSGC dapat meningkat signifikan.

Masyarakat Ciamis pun menaruh harapan besar agar kerja sama ini tidak hanya menguntungkan dari sisi prestasi, tetapi juga memberi dampak ekonomi lokal.

Eventbogor.com – Dengan tetap mempertahankan identitas, kolaborasi ini bisa menjadi contoh ideal antara modernisasi dan pelestarian nilai lokal dalam dunia sepak bola Indonesia.

BACA JUGA :  Euforia Kemenangan Persib di Jatinangor Berujung Insiden, Seorang Pria Terluka di Tengah Konvoi Bobotoh