Eventbogor.com – Persib Bandung mengambil sikap tegas dengan menolak kehadiran suporter tim tamu dalam laga kandang terakhir melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh pihak kepolisian serta operator kompetisi.
Pertandingan tersebut diprediksi akan dipenuhi oleh Bobotoh, sebutan suporter Persib, yang antusias menyaksikan laga penentu akhir musim.
Mengingat potensi kerumunan besar, Polda Jawa Barat menerjunkan 2.000 personel keamanan untuk mengawal jalannya pertandingan di GBLA.
Langkah pengamanan ini termasuk penerapan aturan ketat terkait akses masuk, pembatasan kapasitas, dan larangan bagi suporter tim tamu untuk hadir langsung di stadion.
Penolakan terhadap suporter Persijap bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari rencana pengamanan terpadu yang telah dirancang jauh hari sebelum pertandingan.
Pihak kepolisian mencatat potensi konflik suporter sebagai salah satu risiko utama dalam pertandingan sepak bola besar di Indonesia.
Dengan pengalaman dari insiden-insiden sebelumnya, keputusan ini dianggap proporsional demi mencegah eskalasi yang tidak diinginkan.
Persib Bandung selaku tuan rumah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah-langkah pengamanan yang ditetapkan oleh aparat.
Klub juga mengimbau Bobotoh untuk tetap tertib, tidak membawa atribut berlebihan, serta mematuhi semua arahan dari petugas di lapangan.
Antusiasme tinggi dari suporter lokal diprediksi akan menciptakan atmosfer luar biasa di GBLA, namun harus diimbangi dengan disiplin kolektif.
Stadion yang memiliki kapasitas terbatas akan diatur secara ketat untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh penonton.
Polda Jabar juga menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi stadion guna menghindari kemacetan panjang.
Personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP akan ditempatkan di titik-titik strategis sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Keputusan Persib menolak suporter tamu sejalan dengan protokol keamanan yang semakin ketat dalam penyelenggaraan pertandingan Liga 1 pasca revisi regulasi PSSI.
Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh bagi klub-klub lain dalam mengelola pertandingan dengan risiko tinggi.
Dengan laga penentu nasib di klasemen akhir, tekanan tinggi ada pada tim, tetapi keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Suporter Persijap diimbau untuk mendukung tim kesayangan mereka melalui media digital dan siaran langsung.
Persib berharap pertandingan berlangsung lancar, aman, dan menjadi momentum positif bagi persepakbolaan nasional.
Pihak manajemen klub akan terus berkoordinasi dengan kepolisian hingga hari pertandingan untuk memastikan seluruh rencana berjalan sesuai skenario.
Keamanan suporter dan penonton menjadi fokus utama, terutama dalam konteks penyelenggaraan event olahraga besar di tahun 2026.
