Pemantauan rutin terhadap rasio seperti liquidity coverage ratio (LCR) dalam valas dilakukan sebagai early warning system.
Dengan begitu, bank dipastikan memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi lonjakan kebutuhan valas dalam waktu singkat.
Menurut Dian, disiplin dalam pengelolaan risiko bukan sekadar prosedur, tapi fondasi krusial dalam memperkuat ketahanan sistem keuangan.
Baik dari sisi bank maupun korporasi, langkah mitigasi risiko terus diperkuat agar tidak terjadi kesenjangan likuiditas yang membahayakan.
Langkah-langkah ini turut didukung oleh kebijakan moneter yang koheren dari Bank Indonesia serta postur fiskal yang tetap prudent.
Kombinasi antara pengawasan ketat, rasio keuangan yang sehat, dan respons kebijakan yang cepat membuat sektor perbankan mampu bertahan bahkan di tengah badai eksternal.
Indikator makroekonomi yang stabil, ditambah dengan cadangan devisa yang memadai, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam menghadapi volatilitas global.
Jadi, meskipun rupiah sempat tertekan, mekanisme pasar dan intervensi yang tepat waktu mencegah pelemahan berlebihan.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga terkait untuk memastikan ketersediaan valas tetap terjamin.
Fokus tidak hanya pada kuantitas, tapi juga pada kualitas pengelolaan risiko yang berkelanjutan.