Selain itu, senyawa dalam tunas bambu ternyata mampu menghambat terbentuknya furan dan mengurangi produksi akrilamida—dua zat berbahaya yang sering muncul saat makanan diproses dengan suhu tinggi.
Namun, para peneliti mengingatkan bahwa manfaat ini hanya optimal bila rebung diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.
Rebus atau proses panas lainnya diperlukan untuk menghilangkan senyawa antinutrien seperti sianida yang terkandung dalam rebung mentah.
Dengan semua keunggulan ini, rebung berpotensi menjadi sumber pangan berkelanjutan di tengah tantangan pangan global yang semakin kompleks.
Bukan cuma sehat, rebung juga mudah dibudidayakan dan cepat tumbuh, menjadikannya alternatif realistis untuk pangan masa depan.
Bagi yang ingin mencoba, mulai menyisipkan rebung dalam menu harian mungkin bukan ide buruk—apalagi kalau diproses dengan cara yang tepat.