Eventbogor.com – Dugaan keberadaan belatung dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial pada 24 April 2026.

Kejadian ini masuk dalam kategori insiden keamanan pangan yang memicu kekhawatiran di kalangan wali murid dan masyarakat luas.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan tajam setelah ditemukan indikasi kontaminasi pada menu yang diberikan kepada siswa sekolah dasar di wilayah tersebut.

Temuan belatung diduga berasal dari buah jeruk yang disajikan sebagai bagian dari menu bergizi, menurut pengakuan seorang wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ia menyampaikan kekecewaannya atas kondisi makanan yang diterima anaknya dan menyebut beberapa buah dalam keadaan busuk.

Katanya, buah yang mengandung belatung tampak normal dari luar, sehingga tidak terdeteksi saat distribusi.

Wali murid tersebut juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, namun belum sempat dilaporkan secara resmi.

Beberapa siswa dilaporkan memilih membuang makanan karena merasa tidak layak dikonsumsi.

Bahkan ada yang hanya memakan buah karena menilai menu utama kurang enak dan tidak menarik.

Kepala SPPG Hambaro, Sri, angkat bicara terkait dugaan kontaminasi dalam program makan gratis.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses penyortiran bahan baku sebanyak dua kali sebelum distribusi.

Proses double check tersebut bahkan diawasi langsung oleh dirinya untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan.

BACA JUGA :  Masjid Al-Mubarok: 5 Abad Mengukir Sejarah Islam di Jantung Jakarta

Namun, ia mengakui bahwa kondisi luar buah jeruk terlihat baik dan tidak menunjukkan tanda kerusakan.

Kontaminasi baru terlihat setelah buah dibuka, yang menurutnya sangat sulit dideteksi secara visual.

Sri menyebut pihaknya sedang meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pemasok bahan baku.

Ia juga mengonfirmasi adanya laporan serupa dari sekolah di wilayah Tapos, Desa Pangkaljaya.

Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi SPPG Hambaro sebagai penyelenggara program makan gratis.

Mereka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh penerima manfaat dan masyarakat.

Pihaknya berjanji akan meningkatkan standar pengawasan dan seleksi bahan pangan di masa depan.

Ke depan, proses penyortiran akan lebih ketat, terutama untuk bahan mentah seperti buah dan sayuran.

Sri menambahkan bahwa pemilihan supplier juga akan lebih selektif sesuai standar keamanan pangan dari Badan Gizi Nasional.

Langkah ini diharapkan mencegah kejadian serupa terulang di tahun 2026 dan seterusnya.

Koordinator Kecamatan SPPG Nanggung, Anang, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi internal terkait insiden ini.

Ia menekankan bahwa kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Perbaikan sistem distribusi dan pengawasan di tingkat kecamatan juga akan segera dilakukan.

Pemerintah setempat berkomitmen untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam setiap program bantuan sosial.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan kondisi serupa di masa depan.

BACA JUGA :  Dugaan Belatung dalam Makanan Gratis di Bogor, Orang Tua Resah dan LBH Desak Evaluasi Program MBG

Kolaborasi antara penyelenggara program, sekolah, dan orang tua menjadi kunci dalam menjaga kualitas makanan bergizi bagi anak-anak.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program publik.

Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas layanan sosial, termasuk dalam sektor gizi anak sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas untuk mendukung tumbuh kembang siswa di Kabupaten Bogor.

Dengan perbaikan sistem dan komitmen bersama, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.