Eventbogor.com – Polemik pengelolaan limbah dapur dalam program Makan Bergizi Gratis di SPPG Mekarjaya 02, Yayasan Bina Insan Mulia, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, semakin memanas di tahun 2026.

Warga setempat melaporkan pencemaran sumur akibat kebocoran instalasi pengolahan air limbah yang diduga merembes ke sumber air bersih sejak bulan puasa.

Kondisi ini diperparah dengan temuan fasilitas dapur yang tidak memenuhi standar kesehatan dan lingkungan.

Program Makan Bergizi Gratis di Bogor kini berada di bawah sorotan tajam karena dugaan pelanggaran prosedur pengelolaan limbah dapur yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar.

Sudarjat, warga Kampung Toge RT 01/05, Desa Mekarjaya, mengungkapkan sumur miliknya mulai terkontaminasi sejak program MBG aktif di lokasi tersebut.

Ia menyampaikan telah berulang kali mengadukan persoalan ini namun tidak mendapatkan respons atau tindak lanjut dari pengelola.

Keluhan serupa juga datang dari warga lain yang merasakan perubahan kualitas air sumur secara signifikan.

Kejadian ini telah berlangsung hampir dua bulan dan diduga kuat terkait kebocoran IPAL yang tidak segera diperbaiki.

Keberadaan IPAL yang bocor menjadi fokus utama dalam investigasi awal terhadap program MBG di Bogor.

Muhamad Alfitrah, Kepala SPPG Mekarjaya 02, mengakui adanya kebocoran pada sistem pengolahan limbah di fasilitas dapur mereka.

Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan menyeluruh terhadap instalasi tersebut.

BACA JUGA :  Program Makanan Bergizi Gratis Dimulai di Desa Purasari Leuwiliang

Alfitrah juga mengakui bahwa dapur telah beroperasi selama kurang lebih tiga bulan tanpa pemantauan lingkungan yang memadai.

Program Makan Bergizi Gratis di Bogor seharusnya menjadi solusi pangan, bukan sumber masalah lingkungan dan kesehatan.

Temuan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi dapur jauh dari standar operasional yang ditetapkan oleh dinas terkait.

Ruang pengolahan makanan terbuka tanpa plafon dan berdekatan langsung dengan area IPAL, menciptakan risiko kontaminasi silang yang tinggi.

Area penyimpanan tabung gas berada dalam kondisi kumuh dan tergenang air limbah, menimbulkan potensi bahaya kebakaran dan pencemaran.

Tidak adanya loker pekerja menunjukkan kurangnya perhatian terhadap aspek keamanan dan higienitas tenaga operasional.

Area pencucian peralatan tidak tertata dengan baik, memperburuk kondisi sanitasi secara keseluruhan.

Bau menyengat yang berasal dari kebocoran limbah semakin memperparah kondisi lingkungan sekitar fasilitas.

Sambas Alamsyah, Ketua LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), melakukan inspeksi mendadak dan menemukan sejumlah pelanggaran serius.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar kelalaian, melainkan pelanggaran nyata terhadap aturan pengelolaan dapur dan limbah.

Menurutnya, pengelola wajib memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sebelum melanjutkan operasional.

LSM Genpar mendesak pihak terkait untuk melakukan audit mendalam terhadap seluruh unit MBG di wilayah Bogor.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis di Bogor.

BACA JUGA :  IOC Larang Federasi Olahraga Gelar Event di Indonesia, Gegara Atlet Israel Ditolak?

Pemerintah daerah diminta turun tangan untuk memastikan perbaikan segera dan pencegahan dampak lebih luas.

Kejadian di Cigudeg menjadi peringatan penting bahwa program sosial harus tetap menjaga aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ke depan, pengawasan rutin dan partisipasi masyarakat harus diperkuat dalam setiap program pangan gratis di Bogor.